Senin, 14 April 2014

Rasul-rasul dilepaskan dari penjara (Kisah Para Rasul 5:17-25)

Pengamatan:
         Oleh karena iri hati, Imam Besar dan para pengikutnya menangkap dan memasukkan rasul-rasul ke dalam penjara (ay.17-18). Namun Tuhan tidak tinggal diam, Dia mengutus seorang malaikat-Nya untuk melepaskan para rasul serta memerintahkan mereka untuk terus memberitakan seluruh firman hidup di Bait Allah (ay.19-20). Tanpa merasa takut terhadap Imam Besar dan para pengikutnya, rasul-rasul mentaati perintah Tuhan untuk terus mengajar dan memberitakan firman hidup di Bait Allah (ay.21a).
         Pada mulanya Mahkamah Agama dan kepala pengawal Bait Allah tidak tahu-menahu tentang apa yang telah terjadi dengan para rasul yang sebelumnya mereka penjarakan (ay.21b-24). Mereka baru tahu peristiwa lepasnya rasul-rasul dari dalam penjara setelah ada seorang yang memberitahukan perihal para rasul yang sedang mengajar orang banyak di Bait Allah (ay.25).

Pemahaman:
         Iri hati telah membuat Imam Besar dan para pengikutnya gelap mata sehingga melakukan tindakan yang bertentangan dengan firman Tuhan dan asas keadilan - mereka memenjarakan rasul-rasul Tuhan Yesus Kristus yang tidak melakukan kejahatan (Kejadian 18:19; Mikha 6:8).
         Pemberitaan firman hidup harus terus dilaksanakan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya untuk menghalangi. Dan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya sedemikian rupa untuk memberangus pemberitaan Injil dan firman pengajaran Tuhan Yesus yang disampaikan oleh para rasul, namun Tuhan Yesus menyatakan kuasa pertolongan-Nya, sehingga rasul-rasul-Nya dapat terus memberitakan firman hidup di Bait Allah.

Penerapan:
         Apabila saat-saat ini Tuhan sedang mempercayakan otoritas kepada kita, kita harus berhati-hati dan mohon pimpinan-Nya agar dapat menjalankan otoritas tersebut dengan benar. Jika tanpa pertolongan Tuhan, mudah sekali manusia menyalahgunakan otoritas yang Tuhan percayakan. Kita harus senantiasa ingat bahwa setiap manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan (Efesus 6:8-9).
         Kepada kita (orang-orang yang sudah diselamatkan), Tuhan memberikan mandat/amanat agar kita memberitakan firman hidup (2 Timotius 4:2). Meskipun memberitakan firman Tuhan bukan tanpa tantangan dan hambatan, mari kita senantiasa setia untuk melaksanakan panggilan Tuhan. Jangan biarkan ketakutan melumpuhkan iman kita, karena Tuhan berkuasa untuk melindungi kita! (Matius 10:16-33).

Perumpamaan tentang perjamuan kawin (Matius 22:1-14)

Pengamatan:
         Pada bagian firman Tuhan ini, Tuhan Yesus mengumpamakan hal Kerajaan Sorga sebagai seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anak-anaknya (ay.2). Orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin kerajaan tersebut ternyata tidak mau datang (ay.3), mereka tidak mengindahkan undangan sang raja (ay.5), bahkan ada di antara mereka yang menangkap, menyiksa dan membunuh hamba-hamba utusan sang raja (ay.6). Kesimpulannya, para undangan tersebut tidak layak untuk pesta kerajaan itu (ay.8).
    Sang raja murka terhadap para undangan yang telah melecehkannya tersebut, sehingga beliau memerintahkan pasukannya untuk membinasakan dan membakar kota mereka (ay.7).
         Sang raja telah mempersiapkan sebuah pesta besar dengan hidangan makanan yang berlimpah (ay.4), beliau tidak ingin pesta yang telah dipersiapkannya sedemikian rupa tersebut gagal hanya karena para undangan yang tidak mau datang. Oleh sebab itu sang raja memerintahkan hamba-hambanya untuk mengundang orang-orang yang mereka jumpai di persimpangan-persimpangan jalan (ay.9). Sesuai dengan amanat sang raja, hamba-hambanya mengundang semua orang (baik ataupun jahat) yang mereka jumpai di jalan-jalan sehingga ruangan pesta kawin tersebut penuh dengan tamu (ay.10).
         Ketika pesta sedang berlangsung, sang raja mendapati seorang tamu yang tidak berpakaian pesta (ay.11), sang raja pun menegor orang tersebut (ay.12), namun orang itu malah diam saja sehingga hal itu menimbulkan murka raja. Raja pun memerintahkan supaya orang tersebut diikat tangan dan kakinya, serta dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (ay.13) - Sekalipun undangan pesta kawin kerajaan ditujukan bagi semua orang yang mau datang, namun hanya orang-orang yang memenuhi standar raja (yang berpakaian pesta) yang dipilih untuk ikut menikmati sekacita besar dalam pesta tersebut (ay.14).

Pemahaman:
         Alkitab mencatat bahwa akan ada perjamuan malam, pesta kawin Anak Domba, di mana Yesus (Mempelai Pria Sorga) akan bersanding dengan mempelai wanita-Nya (gereja) (Wahyu 19:6-10).
         Sebagaimana ada banyak undangan dalam perumpamaan yang tidak mau datang, demikian juga halnya ada begitu banyak manusia yang menolak undangan Bapa Sorgawi. Mereka lebih memilih untuk hidup sekehendak hatinya, mereka tidak mau berbalik kepada Allah yang hidup. Pada akhirnya, para pembunuh yang menolak undangan Bapa akan berakhir dalam kebinasaan dan nyala api (Wahyu 20:11-15; 2 Petrus 3:3-12).
         Jika undangan yang terdahulu (Perjanjian Lama) hanya ditujukan untuk satu bangsa saja (Israel), maka undangan yang berikutnya (Perjanjian Baru), ditujukan kepada seluruh umat manusia (Yohanes 3:16; Kisah Para Rasul 28:25-28; Roma 11:11-31).
         Hamba-hamba Tuhan (yaitu seluruh orang beriman yang telah ditebus oleh darah Yesus - Roma 6:22; 1 Petrus 2:16) diutus untuk memberitakan Injil (undangan sorgawi) kepada segala bangsa (Matius 28:16-20), dan kepada segala makhluk (Markus 16:15-16).
         Tamu yang tidak mengenakan pakaian pesta sebagaimana yang pantas untuk menghadiri sebuah pesta perkawinan kerajaan "the royal wedding" akan dikeluarkan dari sukacita pesta kawin kerajaan (Wahyu 3:18). Ada standar kepantasan yang harus diikuti oleh seluruh undangan.

Penerapan:
      Mari berjuang sambil memohon pertolongan Roh Kudus untuk hidup dalam standar Kerajaan Sorga (Efesus 4:17-32; Kolose 3:5-17; Yohanes 14:15-17).
         Sebagai orang-orang yang telah ditebus dengan darah Yesus dan menjadi hamba-hamba Allah, mari penuhi panggilan-Nya untuk memberitakan Injil (undangan pesta kawin sorgawi) (1 Korintus 9:16).

Minggu, 23 Maret 2014

Perumpamaan tentang Penggarap-penggarap Kebun Anggur (Matius 21:33-46)

(1) Setelah sebelumnya menyampaikan perumpamaan tentang dua orang anak, pada bagian ini Tuhan Yesus menceritakan suatu perumpamaan yang lain, kata-Nya:

"Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain." (ay.33)
  • Pemahaman: Kebun anggur tersebut disewakan dalam keadaan siap pakai.
"... ia menyuruh hamba-hamba-Nya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya." (ay.34)
  • Pemahaman: Tuan tanah dan para penggarap yang menyewa kebun anggurnya telah membuat kesepakatan tentang pembagian hasil kebun anggur di antara mereka.
"Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hamba-Nya itu... Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka... Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya." (ay.35-39)
  • Pemahaman: Para penggarap melanggar kesepakatan bagi hasil dengan tuan tanah pemilik kebun anggur yang telah mereka sepakati dan bahkan berniat untuk memiliki kebun anggur tersebut dengan cara yang jahat.
(2) Tuhan Yesus melemparkan pertanyaan kepada orang-orang yang mendengar perumpamaan-Nya. (ay.40)
  • Pemahaman: Tuhan Yesus hendak mengarahkan perhatian para pendengar kepada nas dalam Kitab Suci (baca, ayat 42).
(3) Jawaban para pendengar terhadap pertanyaan Tuhan Yesus. (ay.41)
  • Pemahaman: Para pendengar berpendapat bahwa para penggarap kebun anggur tersebut adalah orang-orang jahat dan layak dibinasakan. Mereka juga setuju bahwa hak pengelolaan atas kebun anggur tersebut harus dicabut untuk kemudian diserahkan kepada orang-orang yang lebih pantas, yaitu: "yang mau menyerahkan hasilnya kepada tuan tanah pada waktunya."
(4) Tuhan Yesus mengarahkan perhatian para pendengar kepada kebenaran Kitab Suci. (ay.42)
  • Pemahaman: Tuhan Yesus selalu mendasarkan pengajaran-Nya pada firman Tuhan dalam Kitab Suci. Tuhan Yesus sangat menghormati otoritas firman Tuhan/Alkitab (Matius 5:17-19).
(5) "Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu." (ay.43)
  • Pemahaman: Tuhan menghendaki buah! Baca: Matius 3:8-10; Lukas 13:7-9; Matius 21:18-19; Yesaya 5:1-7; Mikha 6:8.
Penerapan:
Mari menjadi kehidupan yang berbuah bagi Tuhan! Bagaimana caranya?
  1. Tekun mempelajari, membaca dan mendengar firman Tuhan dan berusaha sungguh-sungguh untuk memahaminya. Baca: Matius 13:23; Lukas 8:15; Ulangan 5:1.
  2. Berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan dengan benar. Baca: Ulangan 4:29; Mazmur 119:127; Amsal 8:13; Yesaya 55:6-7.

Sabtu, 22 Maret 2014

Tanda-tanda dan Mujizat-mujizat (Kisah Para Rasul 5:12-16)

Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak (ay.12).
  • Tuhan memakai rasul-rasul untuk mengadakan banyak tanda dan mujizat pada kehidupan banyak orang, baca: Kisah Rasul 4:10; 3:6,12,16; 19:11.
Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat (ay.12).
  • Karakteristik orang-orang percaya (gereja mula-mula) adalah setia/tekun bersekutu, baca: Kisah Rasul 2:42; Ibrani 10:25.
Serambi Salomo: Tempat terbuka di Bait Suci (Yohanes 10:23). Sebuah serambi yang dibangun oleh Salomo di bagian selatan halaman luar Bait Suci.

Namun mereka sangat dihormati orang banyak (ay.13b).
  • Kesaksian hidup yang baik: rukun (Kis.4:32); setia beribadah (Kis.2:42); saling berbagi/murah hati (Kis.4:34), dll. Disertai oleh manifestasi kuasa Tuhan yang nyata dalam hidup dan persekutuan orang-orang percaya (Kis.4:33; 2:43), membuat mereka dihormati orang banyak.
Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan... Juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun... (ay.14-16).
  • Iman kepada Juruselamat yang diwujudnyatakan dalam tindakan hidup sehari-hari dan karya nyata kuasa Tuhan dalam hidup dan persekutuan mereka adalah kunci sukses penuaian jiwa besar-besaran yang terjadi pada zaman gereja mula-mula, baca: Matius 4:19.
Penerapan:
Mari kita mewujudkan iman kita kepada Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dalam tindakan nyata. Beberapa contoh tindakan praktis yang mencerminkan iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah:
  • Mencintai dan mentaati firman Tuhan: rajin membaca Alkitab dan taat melakukannya.
  • Setia bersekutu dengan saudara/i seiman: beribadah dalam kekudusan, dan saling melayani dalam kebenaran Tuhan.
  • Memberi diri untuk melayani Tuhan: melakukan tindakan nyata yang bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan sesuai dengan keahlian/ketrampilan/kemampuan yang ada pada diri kita, baca: Roma 6:13.

Senin, 17 Maret 2014

Air: Apa yang terjadi saat Anda tidak minum air

Air memainkan peranan sangat penting dalam mengatur suhu, membawa nutrien dan oksigen ke sel-sel, membuang sampah, memberikan bantalan pada persendian, serta melindungi organ-organ dan jaringan-jaringan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda sedang menderita dehidrasi atau kekurangan air:

Rasa sakit persendian dan arthritis
Jika tulang rawan kurang cairan, persendian akhirnya akan berderit, retak, dan lepas, seperti sebuah pintu pada sebuah engsel yang berkarat. Gesekan yang meningkat menyebabkan persendian rusak lebih cepat, dan akhirnya menuntun pada arthritis.

Tekanan darah tinggi
Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh mungkin membatasi aliran darah ke daerah-daerah yang tidak vital dan sebaliknya memusatkannya pada organ-organ vital (otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal). Akibatnya pembuluh-pembuluh darah mulai menyempit dan mengakibatkan tekanan darah Anda naik.

Masalah-masalah pencernaan
Air adalah pahlawan saluran lambung dan usus. Air adalah dasar dari setiap cairan yang diperlukan tubuh Anda untuk pencernaan, termasuk ludah, cairan empedu, asam lambung, cairan pankreas, dan bahkan lendir yang melapisi saluran lambung-usus kita. Tanpa air yang cukup, seluruh sistem pencernaan itu ada dalam keadaan darurat, dan Anda berpotensi mengalami serangan sakit maag, susah buang air besar, pendarahan dan bahkan bisul lambung.

Asma
Para penderita asma biasanya memiliki kadar histamin yang tinggi. Histamin adalah neurotransmitter yang menyebabkan otot-otot dalam saluran tenggorokan menyempit, yang membatasi aliran udara. Saluran tenggorokan anda membutuhkan pengairan yang cukup untuk mencegah penyempitan. Air akan lebih memperbaiki gejala-gejala penderita asma dibandingkan inhaler atau pil obat-obatan.

POIN UNTUK DIRENUNGKAN:
Dehidrasi atau kekurangan cairan menghambat daerah-daerah tubuh untuk menjaga otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal terairi dengan baik. Banyak gejala penyakit yang merupakan tanda pertama dari tubuh yang membutuhkan air yang cukup. Beberapa gejala dari masukan air yang kurang cukup di antaranya sakit maag, sakit kepala, sakit punggung, sakit persendian, kulit kering, susah buang air besar dan hilang ingatan.

LANGKAH TINDAKAN:
Jika Anda sedang menderita keadaan-keadaan kesehatan yang terdaftar di atas, identifikasilah salah satunya, dengan perlahan-lahan tingkatkanlah jumlah air yang Anda minum setiap hari.

Minggu, 16 Maret 2014

Amazing Grace (John Newton, 1725-1807)

John Newton lahir di Inggris pada tahun 1725, pada waktu masih kecil John diajari tentang ayat-ayat Alkitab oleh ibunya. Sayang pada saat usianya baru 7 tahun, sang ibu meninggal dunia. Pada usia 11 tahun John ikut kapal dagang ayahnya yang berdagang barang-barang secara wajar. Beberapa tahun kemudian John berpindah-pindah kapal hingga akhirnya bekerja di kapal pengangkut budak. Pada saat hidup terpisah dari sang ayah itulah John mulai mengumpat, memaki-maki, mengutuk dan bahkan menyumpahi Allah. Lebih jauh lagi John Newton bersikap kurang ajar dengan cara menjadikan Injil sebagai bahan tertawaan. Dia juga pernah mempengaruhi teman-temannya agar melakukan pesta minuman keras sampai mabuk.

Pada suatu hari di tahun 1748 John Newton mengalami kejadian yang sangat menakutkan. Kapal 'Greyhound' tempat dia bekerja mengalami hantaman badai laut yang sangat ganas. Seluruh awak kapal mengupayakan supaya kapal tidak tenggelam di Laut Atlantik yang sedang marah. Dalam keadaan panik dan kalut, serta kepayahan, John Newton berseru, "Tuhan, kasihanilah kami!" Tiba-tiba John Newton sadar bahwa dia tidak pernah berdoa sejak masa kanak-kanaknya. Diam-diam John Newton mulai memikirkan masa lalunya, kemudian dia mengingat sebuah ayat Alkitab yang pernah diajarkan oleh ibunya, "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga! Dia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13). Lalu John Newton berdoa, "Ya Allah, jika Engkau benar, Engkau pasti menepati janji-Mu. Sucikanlah hatiku yang kotor ini."

Setelah 4 minggu, kapal 'Greyhound' dengan susah payah memasuki pelabuhan Irlandia. John Newton pergi ke gereja dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. John Newton juga membaca buku 'Imitation of Christ' karya Thomas A. Kempis yang dipakai Roh Kudus untuk menanamkan benih pertobatan dalam dirinya. Tidak hanya berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang penjual budak, John Newton bahkan merasa terpanggil untuk menjadi seorang pendeta, dia mulai mempelajari Alkitab secara mendalam. John Newton juga belajar bahasa Ibrani, Yunani dan Latin. Pada saat berumur 39 tahun, John Newton ditahbiskan sebagai pendeta dan melayani di Olney, sebuah kota di dekat Cambridge, Inggris. Untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya dari kebusukan, John Newton menulis syair lagu 'Amazing Grace'.

Menegosiasikan Perubahan dengan Pasangan

Beberapa Gagasan Yang Layak Diingat

Alasan paling umum orang-orang tidak mendapatkan perubahan yang mereka inginkan dalam diri pasangan mereka adalah karena mereka memulai pada tempat yang salah.

Kebanyakan dari kita telah hidup dengan filosofi, "Jika pasangan saya mau berubah, maka saya mau berubah." Jika kita jujur, kita akan mengakui bahwa pendekatan ini tidak berhasil.

Mengakui hal-hal yang telah kita lakukan dengan salah membebaskan kita dari perbudakan kegagalan-kegagalan di masa lalu dan membukakan kita kepada kemungkinan perilaku yang berubah di masa depan.

Pengakuan akan perbuatan yang salah perlu diperluas daripada sekadar mengakui kegagalan-kegagalan Anda kepada Allah. Anda juga harus mengaku kepada orang yang Anda telah melakukan perbuatan salah padanya. Dalam pernikahan, itu adalah pasangan Anda.

Kita tidak bisa menghapus kegagalan-kegagalan kita di masa lalu, tapi kita bisa setuju bahwa apa yang kita lakukan, atau gagal kita lakukan, adalah salah, dan kita bisa dengan tulus meminta pengampunan. Dengan melakukan itu, kita sedang memulai perubahan pada tempat yang benar.

Salah satu bahasa kasih yang mendasar adalah mengucapkan kata-kata yang menguatkan pasangan kita. Kata-kata penguatan memberi kehidupan, sementara kata-kata tuduhan membawa kematian.

Hadiah adalah bukti fisik yang dapat dilihat bahwa seseorang memikirkan kita. Orang dewasa manapun bisa belajar untuk memberikan hadiah.

Bagi beberapa orang, "Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata." Melakukan sesuatu yang Anda tahu akan disukai pasangan Anda adalah suatu ekspresi kasih.

Waktu berkualitas lebih dari sekadar berada di ruangan yang sama atau rumah yang sama dengan pasangan Anda. Memberikan perhatian yang tidak terbagi kepada pasangan Anda termasuk salah satu di dalamnya.

Semua permintaan untuk perubahan harus spesifik, dapat dimengerti, dan dapat dicapai.

Beritahu saya tiga hal yang Anda sukai tentang saya, lalu beritahu saya satu hal yang Anda ingin saya berubah. Pujian membuat permintaan untuk perubahan menjadi lebih mudah.

Saya percaya kita seharusnya mengubah segala sesuatu yang bisa kita ubah untuk menyenangkan satu sama lain. Saat kita berubah, kita membuat kehidupan lebih mudah bagi bagi satu sama lain dan kita berjalan bersama dalam keharmonisan rumah tangga.

- Gary Chapman -