Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Rasul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2015

Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab
         Dengan setahu isterinya Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan tanah mereka (ay.2). Dengan otoritas ilahi rasul Petrus menegur Ananias: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus..?" (ay.3). "Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah" (ay.4). Bersamaan dengan teguran keras yang disampaikan Tuhan melalui rasul Petrus tersebut, rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya (ay.5).
         Ketika Safira (isteri Ananias) tiba di hadapannya, rasul Petrus berkata kepada perempuan tersebut: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Perempuan itu pun menjawab: "Betul sekian" (ay.8). Mendengar jawaban yang diberikan Safira, rasul Petrus pun menegurnya dengan keras: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?" (ay.9). Lalu perempuan itu pun rebah di depan kaki rasul Petrus & nyawanya putus (ay.10).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab
         Ananias dan Safira sepakat untuk mencobai Roh Tuhan (ay.2,9). Kisah ini menyadarkan kita mengenai keberadaan orang-orang tertentu yang hadir dalam peribadatan bersama-sama dengan orang percaya pada umumnya, namun sesungguhnya mereka tidak sungguh-sungguh percaya/beriman kepada Tuhan, melainkan ingin mencoba/menguji Tuhan dan firmannya (baca: Yesaya 29:13; Maleakhi 3:13-15; Ibrani 3:12).
         Iblis bisa menguasai/memenuhi hati manusia (ay.3). Itu sebabnya firman Tuhan mengatakan bahwa hati harus dijaga (baca: Amsal 4:23; Markus 7:21; Ibrani 10:22).
         Pada saat mereka berdusta terhadap hamba Tuhan (rasul Petrus), Ananias dan Safira dengan tidak sadar telah berupaya untuk mendustai Roh Kudus (ay.3), mendustai Allah (ay.4), dan mencobai Roh Tuhan (ay.9).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh
         Suami isteri boleh bersepakat, tetapi jangan salah bersepakat! Bersepakatlah dalam kebenaran (baca: Matius 18:19-20).
         Jangan beri kesempatan kepada Iblis untuk memasuki hati kita (baca: Efesus 4:27; Lukas 4:13; 1 Petrus 5:8). Sebaliknya, lawanlah Iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9).
         Jangan berdusta, apalagi mendustai seorang hamba Tuhan (baca: Imamat 19:11-12; Yakobus 3:14; Matius 5:37; Yohanes 8:44).

Minggu, 18 Januari 2015

Cara hidup jemaat (KPR 4:32-37)

         Kitab Kisah Para Rasul adalah salah satu Kitab yang ditulis oleh tabib Lukas (yang juga menulis Injil Lukas). Dalam bagian pembukaan dari kitab pertama yang ditulisnya (Lukas 1), tabib Lukas menyatakan bahwa penulisan yang dia kerjakan dilakukan secara teratur dan telah melalui tahapan penyelidikan yang seksama & menyeluruh. Dengan kata lain, tulisan yang dibuat oleh tabib Lukas (Injil Lukas & Kisah Para Rasul), merupakan karya tulis ilmiah yang dapat dipercaya kebenarannya. Di dalam Kisah Para Rasul 4:32-37 dicantumkan informasi tentang cara hidup jemaat, yaitu kumpulan orang yang telah percaya & menerima Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat pribadi. Pada bagian ini saya mengajak Anda untuk menemukan fakta-fakta & informasi berdasarkan ayat-ayat dalam Kisah Para Rasul 4:32-37.

         Di dalam ayat 32 ditulis bahwa orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, mereka hidup dalam kesatuan (sehati & sejiwa). Mereka tidak egois, orang-orang percaya tersebut saling berbagi  sesuai dengan kebutuhan masing-masing (ay.34-37). Tabib Lukas juga mencatat bahwa dalam suasana kebersamaan & kerukunan tersebut, rasul-rasul memberitakan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar (ay.33a). Mereka hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (ay.33b).

         Berdasarkan informasi & fakta yang telah kita peroleh di atas, saya mengajak Anda untuk memahami kebenaran-kebenaran berikut ini:

1) Tuhan Yesus adalah Raja Damai, sehingga orang yang percaya kepada-Nya akan memiliki karakteristik (ciri khas) sebagai berikut:
a) Cinta damai/rukun (ay.32a, bandingkan Kolose 3:14; Efesus 4:3).
b) Suka berbagi/tidak egois (ay.32b, bandingkan Efesus 4:2; 2Korintus 8:12-15).
c) Tidak rakus/menerima & mengelola berkat sesuai dengan keperluan (ay.35b, bandingkan Matius 6:11; Lukas 3:14; Filipi 4:11; 1 Timotius 6:6-10).
d) Hidup dalam kasih karunia (ay.33b, bandingkan Kisah Para Rasul 13:43b; Roma 5:17).

2) Tuhan Yesus meneguhkan kesaksian rasul-rasul-Nya dengan kuasa yang besar (ay.33a, bandingkan Matius 28:20; Kisah Para Rasul 4:30).

         Setelah memahami kebenaran-kebenaran di atas, saya mengajak Anda untuk memperhatikan bentuk-bentuk penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari:
1) Mari hidup rukun, lebih mempererat kesatuan dengan saudara/i seiman.
2) Mari saling berbagi & belajar untuk lebih mendahulukan orang lain daripada diri kita sendiri (berhenti bersikap egois). Baca Filipi 2:3.
3) Mari kita mengelola berkat Tuhan dengan bijaksana.
4) Mari hidup dalam kasih karunia Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Meningkatkan kualitas persekutuan kita dengan Tuhan (melalui doa, pembacaan/perenungan Firman Tuhan & puasa), sehingga kita semakin peka dengan pimpinan Roh Kudus.
5) Mari kita sungguh-sungguh memohon agar Tuhan memimpin & menyertai kita untuk menyaksikan Injil-Nya.

"Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil." - Filipi 1:27

Senin, 12 Januari 2015

Doa jemaat (KPR 4:23-31)

Pengamatan:
         Petrus & Yohanes dilepaskan sidang Mahkamah Agama (Sanhedrin), kemudian mereka bercerita kepada teman-teman mereka (ay.23). Meresponi cerita yang mereka dengar, teman-teman Petrus & Yohanes berseru kepada Allah (berdoa) bersama-sama. Secara garis besar isi doa mereka adalah sebagai berikut:
1. Pengagungan, mereka menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta langit & bumi, laut & segala isinya (ay.24).
2. Memperkatakan firman Tuhan, mereka mengutip firman Tuhan di dalam Mazmur 2:1-2 (ay.25-26).
3. Menyampaikan pergumulan riil yang sedang mereka hadapi, mereka mengutarakan ancaman yang mereka terima dari para penguasa, bangsa2 & suku2 Israel (ay.27-29a).
4. Menyampaikan permohonan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi permohonan mereka, yaitu: a). Keberanian untuk memberitakan firman Tuhan (ay.29b); b). Agar Tuhan berkenan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan orang (ay.30a); dan c). Agar Tuhan mengadakan tanda2 & mujizat2 oleh nama Yesus (ay.30b).
         Dampak dari doa yang dipanjatkan oleh orang2 beriman (teman2 Petrus & Yohanes sungguh dahsyat, tempat mereka berkumpul goyang, mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan mereka beroleh keberanian untuk memberitakan firman Allah di tengah2 ancaman (ay.31).

Pemahaman:
         Berdasarkan pengamatan yang telah diuraikan di atas ada beberapa hal yang dapat kita pahami, yaitu:
1. Sesama orang beriman perlu bersekutu & berbagi kesaksian untuk saling menghibur & saling menguatkan (ay.23, bandingkan Ibr.10:24-25; Gal.6:2).
2. Meskipun bisa berdoa secara pribadi, berdoa secara bersama2 penting untuk dilakukan oleh orang2 beriman (ay.24-30, bandingkan KPR 2:42).
3. Doa yang benar dari orang2 beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31, bandingkan Yak.5:16-18).

Penerapan:
         Berikut ini adalah beberapa penerapan praktis yang dapat kita lakukan berdasarkan uraian pelajaran firman Tuhan "Doa jemaat" yang terdapat di dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 di atas:
1. Mari kita tingkatkan kualitas persekutuan kita dengan sesama orang beriman (sesama pengikut/murid Kristus). Baca 1 Yoh.3:11-18. Dalam persekutuan dengan sesama orang beriman kita berkesempatan untuk mempraktekkan kasih yang memberi & rela berkorban (ay.16), kasih yang tulus & nyata dalam perbuatan (ay.17-18).
2. Mari berjuang sungguh2 untuk meningkatkan kualitas persatuan di antara sesama tubuh Kristus, ada potensi yang dahsyat dalam persatuan/persekutuan yang kudus (bandingkan Mzm.133:1-3; Mat.18:19).

Senin, 14 April 2014

Rasul-rasul dilepaskan dari penjara (Kisah Para Rasul 5:17-25)

Pengamatan:
         Oleh karena iri hati, Imam Besar dan para pengikutnya menangkap dan memasukkan rasul-rasul ke dalam penjara (ay.17-18). Namun Tuhan tidak tinggal diam, Dia mengutus seorang malaikat-Nya untuk melepaskan para rasul serta memerintahkan mereka untuk terus memberitakan seluruh firman hidup di Bait Allah (ay.19-20). Tanpa merasa takut terhadap Imam Besar dan para pengikutnya, rasul-rasul mentaati perintah Tuhan untuk terus mengajar dan memberitakan firman hidup di Bait Allah (ay.21a).
         Pada mulanya Mahkamah Agama dan kepala pengawal Bait Allah tidak tahu-menahu tentang apa yang telah terjadi dengan para rasul yang sebelumnya mereka penjarakan (ay.21b-24). Mereka baru tahu peristiwa lepasnya rasul-rasul dari dalam penjara setelah ada seorang yang memberitahukan perihal para rasul yang sedang mengajar orang banyak di Bait Allah (ay.25).

Pemahaman:
         Iri hati telah membuat Imam Besar dan para pengikutnya gelap mata sehingga melakukan tindakan yang bertentangan dengan firman Tuhan dan asas keadilan - mereka memenjarakan rasul-rasul Tuhan Yesus Kristus yang tidak melakukan kejahatan (Kejadian 18:19; Mikha 6:8).
         Pemberitaan firman hidup harus terus dilaksanakan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya untuk menghalangi. Dan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya sedemikian rupa untuk memberangus pemberitaan Injil dan firman pengajaran Tuhan Yesus yang disampaikan oleh para rasul, namun Tuhan Yesus menyatakan kuasa pertolongan-Nya, sehingga rasul-rasul-Nya dapat terus memberitakan firman hidup di Bait Allah.

Penerapan:
         Apabila saat-saat ini Tuhan sedang mempercayakan otoritas kepada kita, kita harus berhati-hati dan mohon pimpinan-Nya agar dapat menjalankan otoritas tersebut dengan benar. Jika tanpa pertolongan Tuhan, mudah sekali manusia menyalahgunakan otoritas yang Tuhan percayakan. Kita harus senantiasa ingat bahwa setiap manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan (Efesus 6:8-9).
         Kepada kita (orang-orang yang sudah diselamatkan), Tuhan memberikan mandat/amanat agar kita memberitakan firman hidup (2 Timotius 4:2). Meskipun memberitakan firman Tuhan bukan tanpa tantangan dan hambatan, mari kita senantiasa setia untuk melaksanakan panggilan Tuhan. Jangan biarkan ketakutan melumpuhkan iman kita, karena Tuhan berkuasa untuk melindungi kita! (Matius 10:16-33).

Sabtu, 22 Maret 2014

Tanda-tanda dan Mujizat-mujizat (Kisah Para Rasul 5:12-16)

Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak (ay.12).
  • Tuhan memakai rasul-rasul untuk mengadakan banyak tanda dan mujizat pada kehidupan banyak orang, baca: Kisah Rasul 4:10; 3:6,12,16; 19:11.
Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat (ay.12).
  • Karakteristik orang-orang percaya (gereja mula-mula) adalah setia/tekun bersekutu, baca: Kisah Rasul 2:42; Ibrani 10:25.
Serambi Salomo: Tempat terbuka di Bait Suci (Yohanes 10:23). Sebuah serambi yang dibangun oleh Salomo di bagian selatan halaman luar Bait Suci.

Namun mereka sangat dihormati orang banyak (ay.13b).
  • Kesaksian hidup yang baik: rukun (Kis.4:32); setia beribadah (Kis.2:42); saling berbagi/murah hati (Kis.4:34), dll. Disertai oleh manifestasi kuasa Tuhan yang nyata dalam hidup dan persekutuan orang-orang percaya (Kis.4:33; 2:43), membuat mereka dihormati orang banyak.
Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan... Juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun... (ay.14-16).
  • Iman kepada Juruselamat yang diwujudnyatakan dalam tindakan hidup sehari-hari dan karya nyata kuasa Tuhan dalam hidup dan persekutuan mereka adalah kunci sukses penuaian jiwa besar-besaran yang terjadi pada zaman gereja mula-mula, baca: Matius 4:19.
Penerapan:
Mari kita mewujudkan iman kita kepada Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dalam tindakan nyata. Beberapa contoh tindakan praktis yang mencerminkan iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah:
  • Mencintai dan mentaati firman Tuhan: rajin membaca Alkitab dan taat melakukannya.
  • Setia bersekutu dengan saudara/i seiman: beribadah dalam kekudusan, dan saling melayani dalam kebenaran Tuhan.
  • Memberi diri untuk melayani Tuhan: melakukan tindakan nyata yang bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan sesuai dengan keahlian/ketrampilan/kemampuan yang ada pada diri kita, baca: Roma 6:13.

Minggu, 16 Maret 2014

Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Pada masa itu orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus hidup dengan rukun, mereka saling mengasihi dan saling berbagi. Ada di antara mereka seorang bernama Ananias, Ananias memiliki isteri bernama Safira. Ananias menjual aset tanah yang dia miliki dan bermaksud untuk mempersembahkan uang hasil penjualan tanah tersebut untuk pekerjaan Tuhan. Setelah tanah yang dia jual laku, dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil pernjualan itu (ay.2).

Rasul Petrus yang penuh dengan Roh Kudus mengetahui ketidakjujuran yang telah dilakukan oleh Ananias dan menegornya dengan keras, "Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus...?" (ay.3). Lebih jauh rasul Petrus berkata, "Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." (ay.4). Setelah menerima tegoran yang keras tersebut, Ananias jatuh rebah dan nyawanya putus (ay.5). Beberapa orang muda mengapani dan mengubur jasad Ananias di luar.

Kira-kira tiga jam kemudian Safira datang kepada rasul Petrus, tempat yang sama di mana sebelumnya suaminya datang. Pada waktu itu safira belum mengetahui peristiwa tragis yang telah menimpa suaminya. Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." (ay.8). Mendengar jawaban Safira, rasul Petrus menegornya dengan keras, "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?" (ay.9). Lalu rubuhlah perempuan itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya (ay.10).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab.

Berikut ini adalah beberapa pemahaman yang dapat kita peroleh dari kisah firman Tuhan tentang Ananias dan Safira, yaitu:

Ananias dan Safira sepakat untuk mencobai Roh Tuhan (ay.2,9). Kenyataannya ada orang yang beribadah, kepada Tuhan tetapi bukan dengan iman yang benar. Mereka datang beribadah ke rumah ibadah dengan niat untuk mencobai Tuhan dan menguji firman-Nya. Baca: Yesaya 29:13; Maleakhi 3:13-15; Ibrani 3:12.

Iblis bisa menguasai (Yunani: pleroo artinya: memenuhi, to make full, fill up) hati manusia (ay.3). Itu sebabnya firman Tuhan memperingatkan bahwa hati harus dijaga. Baca: Amsal 4:23; Markus 7:21; Ibrani 10:22.

Dengan berdusta terhadap hamba Tuhan (yaitu, rasul Petrus) tentang hasil penjualan tanah mereka, Ananias dan Safira dikatakan telah mendustai Roh Kudus (ay.3), mendustai Allah (ay.4), mencobai Roh Tuhan (ay.9).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

Setelah memperhatikan dengan seksama kisah Ananias dan Safira, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari, yaitu:

Pertama: Pasangan suami dan istri boleh bersepakat (bahkan baik untuk bersepakat), tapi jangan salah dalam membuat kesepakatan. Jika suami istri ingin bersepakat, bersepakatlah dalam kebenaran (Matius 18:19-20).

Kedua: Jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk memasuki hati kita (baca: Efesus 4:27; Lukas 4:13; 1 Petrus 5:8). Sebaliknya, kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9).

Ketiga: Jangan berdusta, apalagi mendustai hamba Tuhan (baca: Imamat 19:11-12; Yakobus 3:14; Matius 5:37; Yohanes 8:44).

Minggu, 09 Maret 2014

Cara Hidup Jemaat (Kisah Para Rasul 4:32-37)

Pengamatan: "Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab"

Orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus hidup dalam kesatuan (sehati dan sejiwa), tidak ada yang egois (ay.32), saling berbagi, tidak rakus (sesuai keperluan) (ay.34-37).

Kesaksian rasul-rasul tentang kebangkitan Tuhan Yesus disertai dengan kuasa yang besar (ay.33a).

Semua orang percaya hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (great grace was upon them all) (ay.33b).

Pemahaman: "Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab"

Tuhan Yesus adalah Raja Damai, sehingga orang yang percaya kepada Tuhan Yesus mempunyai ciri khas sebagaimana yang dicantumkan dalam ayat 32,34-37 yaitu:
  1. Cinta damai, rukun, bersatu (sehati dan sejiwa) - baca: ay.32a; Kolose 3:14; Efesus 4:3.
  2. Suka berbagi (tidak egois) - baca: ay.32b; 1 Korintus 7:29-32a; Efesus 4:2; 2 Korintus 8:12-15.
  3. Hidup dalam kasih karunia - baca: ay.33b; Kisah Para Rasul 13:43b; Roma 5:17.
  4. Tidak rakus (menerima dan mengelola berkat sesuai dengan keperluan) - baca: ay.35b; Matius 6:11; Lukas 3:14; Filipi 4:11; 1 Timotius 6:6-10; Ibrani 13:5.
Tuhan Yesus meneguhkan kesaksian rasul-rasul-Nya dengan kuasa yang besar (ay.33a; Matius 28:20; Kisah Para Rasul 4:30).

Penerapan: "Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh"

Sebagai umat yang berTuhankan Tuhan Yesus Kristus berbagai karakteristik berikut ini harus nyata dalam hidup kita:
  1. Hidup rukun, bersatu (sehati dan sejiwa) dengan saudara/i seiman.
  2. Tidak egois, mau saling berbagi, mau mendahulukan kepentingan orang lain (Filipi 2:3).
  3. Tidak rakus (bijaksana dalam mengelola berkat Tuhan).
  4. Hidup dalam kasih karunia (tidak legalis/terpaku pada tuntutan hukum Taurat).
Dalam melaksanakan pemberitaan kabar baik dan menyaksikan Injil keselamatan Tuhan Yesus Kristus kita harus mohon pimpinan dan penyertaan Tuhan.

Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil 
(Filipi 1:27)

Sabtu, 01 Maret 2014

Doa Jemaat (Kisah Para Rasul 4:23-31)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Petrus dan Yohanes yang telah dilepaskan oleh sidang Mahkamah Agama kemudian pergi kepada teman-temannya dan bercerita tentang apa yang disampaikan oleh imam-imam kepala dan tua-tua (ay.23). Mendengar kisah yang diceritakan oleh Petrus dan Yohanes teman-teman mereka berseru/berdoa kepada Allah bersama-sama, isi doanya:
1). Menaikkan pengagungan kepada Tuhan (ay.24);
2). Memperkatakan firman Tuhan (ay.25-6);
3). Menyampaikan pergumulan riil yang sedang mereka hadapi (ay.27-9a);
4). Menyampaikan permohonan kepada Tuhan (ay.29b-30).
Doa yang dinaikkan bersama-sama oleh orang-orang beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Sesama orang beriman perlu bersekutu, berbagi beban dan kesaksian serta saling menguatkan (ay.23; Ibr. 10:24-5; Gal. 6:2). Meskipun bisa berdoa secara pribadi, berdoa bersama-sama penting bagi orang-orang beriman (ay.24-30; Kis. 2:42).

Doa yang benar dari orang-orang beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31; Yak. 5:16-8).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh
  1. Mari kita tingkatkan kualitas persekutuan kita (1Yoh. 3:11-8); mari saling mengasihi dengan kasih yang memberi dan rela berkorban; mari saling mengasihi secara tulus dengan melakukan tindakan yang nyata.
  2. Mari bersatu, berdoa dalam kebenaran firman Tuhan. Kuasa dan pertolongan Tuhan tersedia bagi kita!

Jumat, 21 Februari 2014

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama (Kisah Para Rasul 4:1-22)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Imam-imam, kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki sangat marah karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati (ay.1-3). Sekalipun demikian, banyak orang yang mempercayai pengajaran Petrus dan Yohanes tentang Yesus (ay.4).

Petrus dan Yohanes disidang di hadapan pemimpin-pemimpin Yahudi, tua-tua, ahli-ahli Taurat, Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes, Aleksander dan semua keturunan Imam Besar lainnya (ay.5-7). Di hadapan sidang Petrus menyampaikan dua hal penting, yaitu (ay.8-12):
  • Orang lumpuh tersebut dapat berdiri sehat di depan sidang karena Yesus Kristus, orang Nazaret.
  • Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.
Sidang Mahkamah Agama mengancam dan melarang Petrus dan Yohanes untuk berbicara atau mengajar dalam nama Yesus (ay.13-18). Namun Petrus dan Yohanes memilih untuk lebih taat kepada Allah dan siap menanggung segala konsekuensinya (ay.19-20). Fakta yang mengejutkan adalah bahwa sidang Mahkamah Agama ternyata takut pada orang banyak/kekuatan massa (ay.21-22).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Sidang Mahkamah Agama bangsa Yahudi menentang pemberitaan Injil (ay.2,17-18). Namun ketaatan Petrus dan Yohanes kepada Allah tidak mampu dirubah oleh ancaman dan larangan sidang Mahkamah Agama bangsa Yahudi (ay.18-20), dan justru melalui pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes tersebut terjadi penuaian jiwa-jiwa (ay.4).

Inti dari berita Injil adalah pribadi Yesus Kristus, Sang Juruselamat (ay.10-12).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman

Pemberitaan Injil menghasilkan penuaian jiwa-jiwa, mari gunakan hidup kita, harta kita, jabatan kita, potensi kita untuk mendukung pemberitaan Kabar Baik (Injil Yesus Kristus) bagi keselamatan jiwa-jiwa.
Baca: Roma 6:13; 10:13-15; 1 Korintus 9:16

Mari berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan, jangan takut kepada manusia.
Baca: Lukas 12:5; Matius 10:18-33