Minggu, 23 Februari 2014

Yesus Menyucikan Bait Allah (Matius 21:12-17)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah (ay.12). Bait Suci adalah rumah doa, tetapi otoritas di Bait Suci telah menjadikannya sarang penyamun (ay.13, bandingkan dengan Yesaya 56:7; Yeremia 7:11).

Setelah Yesus menyucikan Bait Allah, orang-orang buta dan orang-orang timpang datang kepada Yesus di Bait Allah dan mereka disembuhkan (ay.14). Aneh tapi nyata, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat tidak suka melihat Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, mereka tidak suka melihat anak-anak memuji Tuhan (ay.15-16).

Yesus meninggalkan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat (ay.17).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Tujuan Yesus memasuki kota Yerusalem adalah untuk masuk ke dalam Bait Allah (ay.12). Tindakan Yesus mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah menunjukkan bahwa Ia tidak berkenan dengan adanya kegiatan jual beli di halaman Bait Allah (ay.12).

Bait Allah yang di Yerusalem telah mengalami pergeseran fungsi (ay.13). Seharusnya Bait Allah adalah rumah doa, rumah kesukaan bagi segala bangsa (Yesaya 56:7). Praktek jual beli yang terjadi di Bait Allah menunjukkan bahwa orientasi ibadah tidak lagi berfokus pada Tuhan dan firman-Nya. Keadaan yang memprihatinkan tersebut membuat Bait Allah tidak ubahnya seperti sarang penyamun (Yeremia 7:9-11).

Kehadiran Yesus di Bait Allah menjadikannya bait kesembuhan/pemulihan, bait mujizat dan bait pujian (ay.14-15).

Roh agamawi dan orang-orang yang dipengaruhinya adalah penghambat/penghalang bagi pekerjaan Tuhan. Orang-orang semacam itu bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai tim dalam melayani Tuhan (ay.15-17).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh

Bait Allah adalah orang-orang beriman yang telah diselamatkan (1 Korintus 6:19; Ibrani 3:6), karena itu sebagai orang-orang beriman yang telah diselamatkan, kita harus memperhatikan praktek dan motivasi ibadah kita. Apakah yang menjadi tujuan ibadah kita? Siapakah yang kita sembah dalam peribadatan kita?
Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1-2).

Kita harus mewaspadai roh agamawi yang menganggap agama dan peribadatan hanya sebagai ritual atau tradisi tanpa mau mentaati firman Tuhan (Markus 7:6-9).

Mari kita undang Tuhan Yesus masuk ke dalam hidup kita, masuk ke dalam rumah tangga kita, masuk ke dalam komunitas kita (Wahyu 3:20). Sebab di mana ada Tuhan Yesus, di situ ada kesembuhan/pemulihan, ada mujizat dan ada puji-pujian bagi Allah.

Sabtu, 22 Februari 2014

Air dan Anda

Apakah Anda tahu bahwa?


  • Tubuh Anda terdiri dari sekitar 70% air.
  • Otot-otot Anda terdiri dari sekitar 75% air.
  • Sel-sel otak Anda terdiri dari sekitar 85% air.
  • Darah Anda terdiri dari sekitar 82% air.
  • Bahkan tulang-tulang Anda terdiri dari sekitar 25% air.

    Coba tebak!
    Berapa persenkah air yang ada dalam tubuh rata-rata pria dewasa?
    a. 40-50%
    b. 50-60%
    c. 62-65%

    Jawaban: c
    Rata-rata tubuh pria dewasa adalah 62-65% air, sedangkan tubuh rata-rata wanita dewasa adalah 51-55% air. Pria mempunyai lebih banyak air dalam tubuh mereka karena biasanya pria memiliki massa otot yang lebih besar, sedangkan wanita memiliki persentase lemak tubuh yang lebih besar.

    KEBUTUHAN PENTING UNTUK HIDUP SEHAT
    Poin untuk direnungkan: Air adalah satu-satunya gizi paling penting bagi tubuh kita dan dianggap sebagai suatu "obat mujizat" bagi banyak keadaan kesehatan. Air terlibat dalam setiap fungsi tubuh kita. Tubuh Anda kehilangan sekitar 2 liter air setiap hari melalui keringat, air seni, dan pernapasan. Jika Anda menunggu sampai Anda haus untuk minum air, kemungkinan besar Anda sudah mengalami dehidrasi.
    Tindakan: Kurangi minum soft drink atau teh, perbanyak minum air alami.

Masa Depan Ilmu Kedokteran

"Dokter masa depan tidak akan memberikan pengobatan, tetapi akan menarik perhatian para pasiennya dalam perawatan tubuh manusia, dalam diet, serta dalam penyebab dan pencegahan penyakit."
- Thomas Edison

Jumat, 21 Februari 2014

Yesus Dielu-elukan di Yerusalem (Matius 21:1-11)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Yesus menyuruh dua orang murid-Nya membawa dua ekor keledai yang ada di kampung di depan mereka kepada-Nya (ay.1-3). Tujuan Tuhan Yesus adalah untuk menggenapi firman Allah (ay.4-5), tentang bagaimana Ia akan masuk Yerusalem (Zakharia 9:9).

Dua orang murid Yesus berbuat seperti yang ditugaskan-Nya kepada mereka, dan dua orang tersebut berhasil melakukan seperti yang telah Yesus perintahkan (ay.6-7).

Sepanjang jalan yang dilalui-Nya menuju Yerusalem, Tuhan Yesus dimuliakan oleh orang banyak, hal itu terjadi sebagai penggenapan firman Allah (ay.8-9; Mazmur 118:26). Kedatangan Tuhan Yesus membuat seluruh kota Yerusalem gempar (ay.10). Orang banyak yang memuliakan Tuhan Yesus mengenal Dia sebagai seorang Nabi (ay.11).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Yesus mengetahui bahwa di kampung yang ada di depan mereka ada dua ekor keledai yang dapat dibawa kepada-Nya. Ini adalah salah satu bukti tentang keilahian-Nya, yaitu "maha tahu" - omniscience (baca: Ibrani 4:13).

Tujuan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi dan segala pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah untuk menggenapi firman Allah yang tertulis di dalam Kitab Suci (baca: Yohanes 4:34; Matius 5:17).

Selama kurang lebih 3 1/2 tahun bersama Tuhan Yesus, dua orang murid yang disuruh Tuhan tersebut telah belajar untuk taat kepada firman-Nya. Mereka berbuat tepat seperti yang diperintahkan Tuhan dan mereka berhasil! (baca: Yosua 1:8; Ulangan 11:8-32).

Orang banyak yang memuliakan Tuhan Yesus dan penduduk yerusalem yang gempar oleh kedatangan-Nya ternyata tidak mengenal Dia dengan benar. Mereka hanya mengenal Tuhan Yesus sebagai seorang nabi (baca: Matius 16:16).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman

Hiduplah dengan jujur, lurus di hadapan Tuhan, karena tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari hadapan-Nya (baca: Ayub 5:13; Mazmur 18:26-27; 32:1-2; 50:23b; Amsal 29:10b).

Rahasia menjadi kehidupan yang berhasil adalah "Taat akan firman Tuhan" (Mazmur 1:1-3). Ingin BERHASIL? = berani TAAT firman Tuhan!

Memeluk suatu agama atau pergi ke rumah suatu ibadah tidak serta-merta menjamin seseorang mengenal Tuhan dengan benar (baca: Matius 11:27). Bersyukurlah jika kita mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, itu adalah anugerah Tuhan bagi kita! (baca: 1 Korintus 12:3b; Roma 8:15).

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama (Kisah Para Rasul 4:1-22)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Imam-imam, kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki sangat marah karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati (ay.1-3). Sekalipun demikian, banyak orang yang mempercayai pengajaran Petrus dan Yohanes tentang Yesus (ay.4).

Petrus dan Yohanes disidang di hadapan pemimpin-pemimpin Yahudi, tua-tua, ahli-ahli Taurat, Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes, Aleksander dan semua keturunan Imam Besar lainnya (ay.5-7). Di hadapan sidang Petrus menyampaikan dua hal penting, yaitu (ay.8-12):
  • Orang lumpuh tersebut dapat berdiri sehat di depan sidang karena Yesus Kristus, orang Nazaret.
  • Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.
Sidang Mahkamah Agama mengancam dan melarang Petrus dan Yohanes untuk berbicara atau mengajar dalam nama Yesus (ay.13-18). Namun Petrus dan Yohanes memilih untuk lebih taat kepada Allah dan siap menanggung segala konsekuensinya (ay.19-20). Fakta yang mengejutkan adalah bahwa sidang Mahkamah Agama ternyata takut pada orang banyak/kekuatan massa (ay.21-22).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Sidang Mahkamah Agama bangsa Yahudi menentang pemberitaan Injil (ay.2,17-18). Namun ketaatan Petrus dan Yohanes kepada Allah tidak mampu dirubah oleh ancaman dan larangan sidang Mahkamah Agama bangsa Yahudi (ay.18-20), dan justru melalui pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes tersebut terjadi penuaian jiwa-jiwa (ay.4).

Inti dari berita Injil adalah pribadi Yesus Kristus, Sang Juruselamat (ay.10-12).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman

Pemberitaan Injil menghasilkan penuaian jiwa-jiwa, mari gunakan hidup kita, harta kita, jabatan kita, potensi kita untuk mendukung pemberitaan Kabar Baik (Injil Yesus Kristus) bagi keselamatan jiwa-jiwa.
Baca: Roma 6:13; 10:13-15; 1 Korintus 9:16

Mari berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan, jangan takut kepada manusia.
Baca: Lukas 12:5; Matius 10:18-33

Senin, 17 Februari 2014

Riwayat yang Kudus

Membangun Ketekunan sebagai Disiplin Rohani


Sangat sulit untuk sepenuhnya setia terhadap sesuatu, terhadap gagasan, dan lebih-lebih lagi terhadap orang yang dicintai.  Tidak ada kesetiaan yang sempurna, begitu pula dengan cinta yang sempurna atau kecantikan yang sempurna.  Tetapi, bagus juga untuk mencobanya.
- Katherine Anne Porter

Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
- 2 Tesalonika 3:5

Hubungan pernikahan memungkinkan kita merasakan apa yang terjadi dalam hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel.

Hari ini Anda dapat mengukur kualitas pernikahan dengan kesetiaan atau ketekunan - upaya memelihara sebuah hubungan jangka panjang.

Sebuah perjalanan yang tidak pernah benar-benar berakhir, namun diperlukan setidaknya sepuluh tahun agar keintiman itu benar-benar terwujud dalam sebuah hubungan pernikahan.

Kita hidup di tengah masyarakat yang mudah menyerah.

Tidak mungkin kita termotivasi untuk bertekun kecuali kita yakin betul keabadian memang ada.

Hidup kudus yang akan mendapat upah di surga adalah yang dijalani secara tekun.

Saya harap pria, khususnya, dapat mengerti bahaya yang terkandung dalam perceraian.

Salah satu bahaya merusak riwayat pernikahan (dengan perceraian) adalah bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Ketika Anda menceraikan pasangan Anda, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari.

Jika Anda tidak percaya dengan adanya surga, perceraian terdengar lebih masuk akal.

Mengambil jalan pintas untuk bercerai mungkin bisa memberikan kebahagiaan, tetapi tidak bisa memberikan kedewasaan rohani.

Itulah keindahan dari melakukan sesuatu dengan cara Tuhan.  Meski kita dilukai oleh dosa orang lain terhadap kita, dengan anugerah Tuhan kita bisa bertumbuh melalui pengalaman tersebut.

Jika kita serius dengan keinginan untuk bertumbuh secara rohani melalui pernikahan, kita harus menahan diri dari menanyakan pertanyaan yang berbahaya secara rohani, "Apakah aku menikah dengan orang yang 'tepat'?"

- Gary Thomas

Yesus membayar bea untuk Bait Allah (Matius 17:24-27)

Pengamatan:  Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta dan informasi berdasarkan ayat Alkitab.

Bea Bait Allah adalah pajak 1/2 syikal (kira-kira senilai dengan upah kerja dua hari), dikumpulkan setiap tahun dari setiap laki-laki berusia 20 tahun ke atas untuk pemeliharaan Bait Allah (Keluaran 30:13,14; 2 Tawarikh 24:9).

Pemungut bea Bait Allah menagih pajak Bait Allah kepada Petrus (ay.24,25a).

Dalam percakapan dengan Tuhan Yesus, Petrus setuju bahwa seorang raja memungut pajak dan bea dari orang asing (ay.25b,26).

Agar tidak menjadi batu sandungan, Tuhan Yesus menyuruh Petrus untuk membayar pajak Bait Allah (ay.27).

Tuhan Yesus memberi instruksi yang tidak lazim kepada Petrus tentang bagaimana caranya dia akan memperoleh uang empat dirham untuk membayar bea Bait Allah (ay.27).

Pemahaman:  Memahami kebenaran berdasarkan fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab.

Alkitab mengajarkan bahwa seluruh umat memiliki tanggung jawab untuk memelihara Bait Allah, khususnya para pria yang sudah dewasa (baca: Hagai 1:1-14).

Tuhan Yesus juga diwajibkan untuk membayar bea Bait Allah?!  Tampaknya sang pemungut bea Bait Allah tidak mengenal Tuhan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (Yohanes 1:10,11; 8:19).

Tuhan Yesus dan Petrus sependapat bahwa pemungutan pajak terhadap rakyat (Yunani, uios artinya anak) sendiri merupakan tindakan yang tidak biasa, bahkan dikalangan raja-raja dunia.

Tuhan Yesus tahu bahwa apa yang terjadi kurang tepat (tapi bukan merupakan hal yang prinsip), oleh karena itu Tuhan Yesus mau membayar bea Bait Allah supaya sang penagih tersebut tidak tersandung - Tuhan Yesus menghendaki damai sejahtera (baca: 2 Timotius 1:7; 1 Korintus 14:33; Roma 12:18).

Tuhan Yesus mampu bekerja dengan cara-cara yang ajaib, cara-cara yang melampaui nalar manusia.  Pekerjaan Tuhan seringkali tidak mampu dipahami sepenuhnya oleh manusia (Pengkhotbah 3:11; Roma 11:33-36).

Penerapan:  Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh.

Apakah wujud tanggung jawab kita untuk pemeliharaan Bait Allah dan kelancaran peribadatan kita?  Mari kita persembahkan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan!  (baca: Amsal 3:9,10).  Jangan membuat kesalahan yang sama dengan pemungut bea Bait Allah!  Kita yang harus memberi persembahan kepada Tuhan, bukan menuntut sesuatu dari Tuhan.  Tuhan sudah memberikan yang terbaik! (baca: 1 Petrus 1:18-19; Roma 8:32)

Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang (Lukas 16:8).  Mari belajar untuk lebih bijaksana dalam memperlakukan satu sama lain.  (baca: Galatia 6:1-10)

Seperti Tuhan Yesus yang mengutamakan damai, maukah kita menjadi pembawa damai?  (baca: Matius 5:9; Roma 12:18).  Mari hidup dalam damai sejahtera (Ibrani: shalom/Yunani: eirene), sebagai keluarga Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya (baca: Kolose 3:12-15).


Maukah kita percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan?  (baca: Habakuk 2:4; Roma 1:16,17; Ibrani 10:35-39).  Iman sejati diwujudkan dalam ketekunan untuk melakukan firman Tuhan (Yakobus 1:19-27; 2:14-26).