Minggu, 16 Maret 2014

Perumpamaan tentang dua orang anak (Matius 21:28-32)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab.

Menyambung pembicaraan yang telah terjadi sebelumnya dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay.23), Tuhan Yesus memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pendapat. Beliau berkata, "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini?" (ay.28).

"Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi." (ay.28-29).

"Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga."  (ay.30).

"Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." (ay.31a).

Setelah mendengar jawab dari imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, Tuhan Yesus menyatakan kebenaran yang tentu sangat mengagetkan mereka:

"Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.'" (ay.31b).

Melengkapi pernyataan-Nya sebelumnya, Tuhan Yesus memberikan penjelasan mengapa para pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi masuk ke dalam Kerajaan Allah:

"Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." (ay.32).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab.

Tuhan Yesus menganalogikan (menggambarkan) imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dengan figur anak sulung. Anak sulung berkata "Baik, bapa" yang merupakan ungkapan "ya" atas instruksi dari bapanya, namun perbuatannya tidak sesuai dengan perkataannya. Baca: Matius 23:2-3. Peringatan: Yehezkiel 18:24.

Tuhan Yesus menganalogikan pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal dengan figur anak kedua. Pada awalnya, anak kedua itu memberontak (tidak taat) terhadap instruksi bapanya, namun kemudian ia menyesal (Inggris: repented (KJV), Yunani: metamellomai, artinya: bertobat atas dirinya sendiri/menyesali perbuatannya, memperhatikan seseorang sesudahnya). Baca: 2 Tawarikh 7:14; Kisah Para Rasul 26:17-18; Yehezkiel 18:21-23.

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

Mari menghormati Tuhan dengan cara mentaati firman-Nya!
Baca: Ibrani 3:15-19; Efesus 5:1; Yohanes 14:21.

Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Pada masa itu orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus hidup dengan rukun, mereka saling mengasihi dan saling berbagi. Ada di antara mereka seorang bernama Ananias, Ananias memiliki isteri bernama Safira. Ananias menjual aset tanah yang dia miliki dan bermaksud untuk mempersembahkan uang hasil penjualan tanah tersebut untuk pekerjaan Tuhan. Setelah tanah yang dia jual laku, dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil pernjualan itu (ay.2).

Rasul Petrus yang penuh dengan Roh Kudus mengetahui ketidakjujuran yang telah dilakukan oleh Ananias dan menegornya dengan keras, "Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus...?" (ay.3). Lebih jauh rasul Petrus berkata, "Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." (ay.4). Setelah menerima tegoran yang keras tersebut, Ananias jatuh rebah dan nyawanya putus (ay.5). Beberapa orang muda mengapani dan mengubur jasad Ananias di luar.

Kira-kira tiga jam kemudian Safira datang kepada rasul Petrus, tempat yang sama di mana sebelumnya suaminya datang. Pada waktu itu safira belum mengetahui peristiwa tragis yang telah menimpa suaminya. Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." (ay.8). Mendengar jawaban Safira, rasul Petrus menegornya dengan keras, "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?" (ay.9). Lalu rubuhlah perempuan itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya (ay.10).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab.

Berikut ini adalah beberapa pemahaman yang dapat kita peroleh dari kisah firman Tuhan tentang Ananias dan Safira, yaitu:

Ananias dan Safira sepakat untuk mencobai Roh Tuhan (ay.2,9). Kenyataannya ada orang yang beribadah, kepada Tuhan tetapi bukan dengan iman yang benar. Mereka datang beribadah ke rumah ibadah dengan niat untuk mencobai Tuhan dan menguji firman-Nya. Baca: Yesaya 29:13; Maleakhi 3:13-15; Ibrani 3:12.

Iblis bisa menguasai (Yunani: pleroo artinya: memenuhi, to make full, fill up) hati manusia (ay.3). Itu sebabnya firman Tuhan memperingatkan bahwa hati harus dijaga. Baca: Amsal 4:23; Markus 7:21; Ibrani 10:22.

Dengan berdusta terhadap hamba Tuhan (yaitu, rasul Petrus) tentang hasil penjualan tanah mereka, Ananias dan Safira dikatakan telah mendustai Roh Kudus (ay.3), mendustai Allah (ay.4), mencobai Roh Tuhan (ay.9).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

Setelah memperhatikan dengan seksama kisah Ananias dan Safira, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari, yaitu:

Pertama: Pasangan suami dan istri boleh bersepakat (bahkan baik untuk bersepakat), tapi jangan salah dalam membuat kesepakatan. Jika suami istri ingin bersepakat, bersepakatlah dalam kebenaran (Matius 18:19-20).

Kedua: Jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk memasuki hati kita (baca: Efesus 4:27; Lukas 4:13; 1 Petrus 5:8). Sebaliknya, kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9).

Ketiga: Jangan berdusta, apalagi mendustai hamba Tuhan (baca: Imamat 19:11-12; Yakobus 3:14; Matius 5:37; Yohanes 8:44).

Senin, 10 Maret 2014

Profil "Beth Shalom Ministry International"



BETH SHALOM MINISTRY INTERNATIONAL
Melayani Generasi Melalui Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

Beth Shalom Ministry International adalah bagian dari Yayasan Beth Shalom, tujuan dari Beth Shalom Ministry International adalah untuk menjadi saluran berkat, anugerah dan damai sejahtera Tuhan Yesus bagi seluruh umat manusia.

“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.”
– Kisah Para Rasul 10:34-36

Dengan sukacita kami menyambut setiap orang yang percaya pada keTuhanan Yesus Kristus dan yang sungguh-sungguh rindu untuk berkarya nyata bagi kemuliaan Tuhan bergabung dengan Beth Shalom Ministry International.

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.”
– Yohanes 9:4

“Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
– Wahyu 14:13

Untuk mencapai tujuan mulia menjadi saluran berkat, anugerah dan damai sejahtera Tuhan Yesus bagi seluruh umat manusia, Beth Shalom Ministry International melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan sebagai berikut:

1.      Seminar dan Pelatihan
Beth Shalom Ministry International melaksanakan berbagai kegiatan seminar, pembinaan dan pelatihan dengan tema-tema tentang pengembangan diri, kehidupan pernikahan dan keluarga.
 
2.      Konseling
Beth Shalom Ministry International menyediakan pelayanan konseling dan pendampingan untuk pengembangan pribadi, kehidupan pernikahan dan keluarga.
    
3.      Pembangunan Sekolah dan Rumah Sakit
Untuk program jangka panjang Beth Shalom Ministry International akan mendirikan instansi pelayanan pendidikan (sekolah) dan pelayanan kesehatan (rumah sakit) yang memberikan pelayanan berkualitas tinggi dengan biaya ringan sehingga dapat menolong berbagai elemen masyarakat.

Potret pelayanan Beth Shalom Ministry International
Gambar 1. Seminar Pengembangan Diri
Gambar 2. Pelatihan Pemberitaan Kabar Baik











Gambar 3. Kegiatan Outdoor
Gambar 4. Retreat Pasutri

Gambar 5. Berbagi Kasih dengan Anak-anak dari Panti Asuhan

Info: 
bs_ministry@yahoo.com
like us at facebook:
beth shalom

Minggu, 09 Maret 2014

Pertanyaan Mengenai Kuasa Yesus (Matius 21:23-27)

Pengamatan: "Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab"

Tuhan Yesus masuk ke Bait Allah dan mengajar. Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (yang juga ada di Bait Allah) datang kepada-Nya, mereka bertanya tentang kuasa yang ada pada Tuhan Yesus dan siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya (ay.23).

Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan mengajukan pertanyaan mengenai asal baptisan Yohanes (ay.24,25a).

Pertanyaan Tuhan Yesus menimbulkan dilema di antara imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay.25b,26). Menjawab jujur sesuai fakta dan data bahwa baptisan Yohanes berasal dari sorga tentu akan mengungkap kemunafikan mereka. Sedangkan menyangkal kebenaran dengan mengatakan bahwa baptisan Yohanes berasal dari manusia akan membahayakan keselamatan mereka (Lukas 20:6). Pada akhirnya imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berusaha menghindari masalah dengan berkata dusta (bilang tidak tahu, padahal tahu - Markus 11:32; Lukas 7:29-30).

Tuhan Yesus memutuskan untuk tidak mengatakan kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dengan kuasa mana Dia bekerja (ay.27).

catatan:
Dilema (KBBI): situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan/tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.

Pemahaman: "Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab"

Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi tidak menghiraukan pengajaran Tuhan Yesus, mereka lebih peduli dengan agenda mereka sendiri (ay.23). Mereka pada dasarnya tidak mengasihi Tuhan Yesus (Yohanes 14:23,24); dan bahkan ingin membunuh-Nya (Yohanes 8:40). Itu sebabnya mereka tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, mereka justru memilih untuk mempermasalahkan kuasa Tuhan dan siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya (ay.23). Dampaknya, imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi tersebut memang mengetahui tentang kuasa Tuhan Yesus, kesembuhan dan mujizat yang Dia kerjakan, namun tidak satupun dari mereka yang mengalaminya.

Tuhan Yesus tidak menuruti keinginan mereka (tidak menjawab pertanyaan mereka) merupakan bukti bahwa Tuhan berdaulat dan manusia tidak dapat memanipulasi Tuhan (ay.24-27; Yohanes 2:24,25).

catatan:
Manipulasi (KBBI): upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya (memanipulasi = mencurangi).

Penerapan: "Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh"
  1. Mari kita menjadikan firman Tuhan sebagai prioritas utama hidup kita, karena firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri (Yohanes 1:1). Mengasihi Tuhan Yesus berarti menuruti firman-Nya (Yohanes 14:23a).
  2. Mari sungguh-sungguh berusaha mencari perkenanan Tuhan, karena Tuhan hanya menyatakan kebenaran-Nya pada orang-orang yang beroleh perkenanan-Nya (Matius 11:25; Mazmur 25:14). Caranya adalah dengan beriman kepada Tuhan dan hidup dalam anugerah-Nya (Roma 9:15-33).
  3. Jangan pernah mencoba untuk memanipulasi Tuhan, sebaliknya mari kita hidup takut akan Tuhan (Amsal 13:13). Takut akan Tuhan = TAAT firman dan ketetapan Tuhan (Kejadian 7:5; Imamat 22:31).

Cara Hidup Jemaat (Kisah Para Rasul 4:32-37)

Pengamatan: "Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab"

Orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus hidup dalam kesatuan (sehati dan sejiwa), tidak ada yang egois (ay.32), saling berbagi, tidak rakus (sesuai keperluan) (ay.34-37).

Kesaksian rasul-rasul tentang kebangkitan Tuhan Yesus disertai dengan kuasa yang besar (ay.33a).

Semua orang percaya hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (great grace was upon them all) (ay.33b).

Pemahaman: "Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab"

Tuhan Yesus adalah Raja Damai, sehingga orang yang percaya kepada Tuhan Yesus mempunyai ciri khas sebagaimana yang dicantumkan dalam ayat 32,34-37 yaitu:
  1. Cinta damai, rukun, bersatu (sehati dan sejiwa) - baca: ay.32a; Kolose 3:14; Efesus 4:3.
  2. Suka berbagi (tidak egois) - baca: ay.32b; 1 Korintus 7:29-32a; Efesus 4:2; 2 Korintus 8:12-15.
  3. Hidup dalam kasih karunia - baca: ay.33b; Kisah Para Rasul 13:43b; Roma 5:17.
  4. Tidak rakus (menerima dan mengelola berkat sesuai dengan keperluan) - baca: ay.35b; Matius 6:11; Lukas 3:14; Filipi 4:11; 1 Timotius 6:6-10; Ibrani 13:5.
Tuhan Yesus meneguhkan kesaksian rasul-rasul-Nya dengan kuasa yang besar (ay.33a; Matius 28:20; Kisah Para Rasul 4:30).

Penerapan: "Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh"

Sebagai umat yang berTuhankan Tuhan Yesus Kristus berbagai karakteristik berikut ini harus nyata dalam hidup kita:
  1. Hidup rukun, bersatu (sehati dan sejiwa) dengan saudara/i seiman.
  2. Tidak egois, mau saling berbagi, mau mendahulukan kepentingan orang lain (Filipi 2:3).
  3. Tidak rakus (bijaksana dalam mengelola berkat Tuhan).
  4. Hidup dalam kasih karunia (tidak legalis/terpaku pada tuntutan hukum Taurat).
Dalam melaksanakan pemberitaan kabar baik dan menyaksikan Injil keselamatan Tuhan Yesus Kristus kita harus mohon pimpinan dan penyertaan Tuhan.

Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil 
(Filipi 1:27)

Sabtu, 01 Maret 2014

Yesus Mengutuk Pohon Ara (Matius 21:18-22)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Pada pagi hari (Yunani: proia = early, at day break) Yesus berjalan kembali ke kota Yerusalem, dalam perjalanan Beliau merasa lapar (ay.18). Tuhan Yesus melihat pohon ara dan menghampirinya, tetapi hanya mendapati daun-daun (yang bukan untuk dimakan-penulis) (ay.19a). Tuhan Yesus berkata kepada pohon ara itu bahwa ia tidak akan berbuah lagi selama-lamanya, dan seketika itu juga pohon ara tersebut kering. 

Murid-murid Tuhan Yesus heran karena melihat pohon ara yang tidak berbuah tersebut tiba-tiba menjadi kering (Yunani: xeraino = dry up, wither) (ay.20). Tuhan Yesus menjelaskan kebenaran tentang kuasa perkataan yang diucapkan dengan percaya dan tidak bimbang (ay.21). Tuhan Yesus juga mengajarkan tentang dahsyatnya kuasa doa yang dipanjatkan dengan penuh kepercayaan (Yunani: pisteuo = to think to be true, to entrust a thing to one) (ay.22).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab
  • Tuhan Yesus adalah pribadi yang rajin, pagi-pagi hari Beliau sudah beraktivitas (ay.18; band. Mrk.1:35).
  • Tentang tidak adanya buah pada pohon ara yang dikutuk: "Sebelum musim buah yang sebenarnya, pohon ara akan bertunas dan mengeluarkan daun yang banyak serta buah awal yang hanya sebesar buah almond, orang-orang Arab Palestina menyebut buah ara tersebut taqsh. Taqsh tersebut akan rontok sebelum musim buah yang sesungguhnya. Namun taqsh tersebut biasanya dimakan oleh para petani dan mereka yang lapar. Jika taqsh tidak muncul, dapat dipastikan bahwa pohon ara tersebut tidak akan berbuah pada musimnya nanti. Taqsh inilah yang dicari oleh Tuhan Yesus (baca: Mrk.11:13)."
  • Setiap pohon buah-buahan tentu diharapkan dapat menghasilkan buah pada musimnya, namun jika ternyata pohon tersebut tidak berbuah, lalu apa manfaatnya? (baca: Mat.3:10). Tuhan Yesus berharap orang-orang Yahudi yang sudah Dia layani selama kurang lebih 3 tahun dapat menghasilkan buah, namun kenyataannya mereka bahkan belum juga menunjukkan tanda-tanda pertobatan (Luk.13:6-7; band. Yer.8:13; 24:1-10).
  • Perkataan orang beriman besar kuasanya, dan iman yang sejati adalah iman yang dimanifestasikan/diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat disaksikan dan dirasakan kuasanya (ay.19-22; Mat.8:13; 9:29; 15:28).
Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh
  1. Mari kita hidup rajin sesuai teladan Tuhan Yesus, Tuhan tidak suka orang malas (baca: Mat.25:26-30; Ams.18:9).
  2. Tuhan sudah sangat baik kepada kita, oleh karena itu mari kita menghasilkan buah yang berkenan kepada Tuhan, yaitu:
    • Buah pertobatan (Mat.3:8);
    • Buah pelayanan/perbuatan (1Kor.3:12-15);
    • Buah Roh Kudus (Gal.5:22-3).
  3. Mari kita mohon iman yang sejati kepada Tuhan Yesus dan berhenti saling menghakimi atau merasa diri benar (Gal.6:3-5).
Beriman itu baik, tapi merasa paling beriman itu tidak baik!
Hidup benar itu baik, tapi merasa paling benar itu tidak baik!
Hidup suci itu baik, tapi merasa paling suci itu tidak baik!

Doa Jemaat (Kisah Para Rasul 4:23-31)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Petrus dan Yohanes yang telah dilepaskan oleh sidang Mahkamah Agama kemudian pergi kepada teman-temannya dan bercerita tentang apa yang disampaikan oleh imam-imam kepala dan tua-tua (ay.23). Mendengar kisah yang diceritakan oleh Petrus dan Yohanes teman-teman mereka berseru/berdoa kepada Allah bersama-sama, isi doanya:
1). Menaikkan pengagungan kepada Tuhan (ay.24);
2). Memperkatakan firman Tuhan (ay.25-6);
3). Menyampaikan pergumulan riil yang sedang mereka hadapi (ay.27-9a);
4). Menyampaikan permohonan kepada Tuhan (ay.29b-30).
Doa yang dinaikkan bersama-sama oleh orang-orang beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab

Sesama orang beriman perlu bersekutu, berbagi beban dan kesaksian serta saling menguatkan (ay.23; Ibr. 10:24-5; Gal. 6:2). Meskipun bisa berdoa secara pribadi, berdoa bersama-sama penting bagi orang-orang beriman (ay.24-30; Kis. 2:42).

Doa yang benar dari orang-orang beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31; Yak. 5:16-8).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman yang telah diperoleh
  1. Mari kita tingkatkan kualitas persekutuan kita (1Yoh. 3:11-8); mari saling mengasihi dengan kasih yang memberi dan rela berkorban; mari saling mengasihi secara tulus dengan melakukan tindakan yang nyata.
  2. Mari bersatu, berdoa dalam kebenaran firman Tuhan. Kuasa dan pertolongan Tuhan tersedia bagi kita!