Minggu, 15 Februari 2015

Perumpamaan tentang dua orang anak (Matius 21:28-32)

Pengamatan: Mengamati kebenaran dengan menemukan fakta dan informasi berdasarkan ayat Alkitab
         "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini" (ay.28). Tuhan Yesus ingin minta pendapat/ingin tahu bagaimana pendapat imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi (ay.23, band. ay.31). Tuhan Yesus memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pendapat.
         Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: "Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur." Jawab anak itu: "Baik, bapa." Tetapi ia tidak pergi (ay.28-29). Jika kita perhatikan, anak sulung mulutnya mengatakan "ya", tetapi perbuatannya berkata lain. Jelas bagi kita bahwa ketaatannya hanya sebatas ucapan bibir. Apa yang diucapkan, berbeda dengan apa yang diperbuat.
         Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: "Aku tidak mau." Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga (ay.30). Berbeda dengan yang pertama, anak kedua ini awalnya berontak (tidak taat), tetapi kemudian ia menyesal (dalam terjemahan versi King James repented, yang berarti bertobat).
         Kemudian Tuhan Yesus bertanya kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi: "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir" (ay.31a). Dalam hal ini tampak bahwa imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi masih bisa menilai dengan benar. Meresponi jawaban mereka, Tuhan Yesus lanjut berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah" (ay.31b). "Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya" (ay.32).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta yang telah diperoleh dari dalam Alkitab
         Tuhan Yesus menggunakan sosok anak sulung sebagai analogi bagi imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang di mulut sepertinya taat pada Bapa (Tuhan), namun kenyataannya perbuatan mereka tidak sejalan dengan perkataannya (Matius 23:2-3). Tentang pentingnya konsistensi antara perkataan dan perbuatan, Tuhan juga pernah memberikan peringatan melalui nabi Yesaya sebagaimana yang ada tertulis dalam Kitab Yesaya 29:13.
         Tuhan Yesus menggunakan sosok anak kedua sebagai analogi bagi para pemungut cukai dan perempuan sundal. Yaitu orang-orang pemberontak yang awalnya tidak hidup seturut firman Tuhan, namun kemudian mereka menyesal dan bertobat (Baca: 2 Tawarikh 7:14; Kisah Para Rasul 26:17-18; Yehezkiel 18:21-23).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman
         Mari kita MENGHORMATI Tuhan dengan cara mentaati firman-Nya (Ibrani 3:15-19; Efesus 5:1; Yohanes 14:21).

Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab
         Dengan setahu isterinya Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan tanah mereka (ay.2). Dengan otoritas ilahi rasul Petrus menegur Ananias: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus..?" (ay.3). "Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah" (ay.4). Bersamaan dengan teguran keras yang disampaikan Tuhan melalui rasul Petrus tersebut, rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya (ay.5).
         Ketika Safira (isteri Ananias) tiba di hadapannya, rasul Petrus berkata kepada perempuan tersebut: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Perempuan itu pun menjawab: "Betul sekian" (ay.8). Mendengar jawaban yang diberikan Safira, rasul Petrus pun menegurnya dengan keras: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?" (ay.9). Lalu perempuan itu pun rebah di depan kaki rasul Petrus & nyawanya putus (ay.10).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab
         Ananias dan Safira sepakat untuk mencobai Roh Tuhan (ay.2,9). Kisah ini menyadarkan kita mengenai keberadaan orang-orang tertentu yang hadir dalam peribadatan bersama-sama dengan orang percaya pada umumnya, namun sesungguhnya mereka tidak sungguh-sungguh percaya/beriman kepada Tuhan, melainkan ingin mencoba/menguji Tuhan dan firmannya (baca: Yesaya 29:13; Maleakhi 3:13-15; Ibrani 3:12).
         Iblis bisa menguasai/memenuhi hati manusia (ay.3). Itu sebabnya firman Tuhan mengatakan bahwa hati harus dijaga (baca: Amsal 4:23; Markus 7:21; Ibrani 10:22).
         Pada saat mereka berdusta terhadap hamba Tuhan (rasul Petrus), Ananias dan Safira dengan tidak sadar telah berupaya untuk mendustai Roh Kudus (ay.3), mendustai Allah (ay.4), dan mencobai Roh Tuhan (ay.9).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh
         Suami isteri boleh bersepakat, tetapi jangan salah bersepakat! Bersepakatlah dalam kebenaran (baca: Matius 18:19-20).
         Jangan beri kesempatan kepada Iblis untuk memasuki hati kita (baca: Efesus 4:27; Lukas 4:13; 1 Petrus 5:8). Sebaliknya, lawanlah Iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9).
         Jangan berdusta, apalagi mendustai seorang hamba Tuhan (baca: Imamat 19:11-12; Yakobus 3:14; Matius 5:37; Yohanes 8:44).

Pertanyaan mengenai kuasa Yesus (Matius 21:23-27)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

         Tuhan Yesus masuk ke Bait Allah & mengajar, imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi (yang juga ada di Bait Allah) datang kepada-Nya, mereka bertanya tentang kuasa yang ada pada Yesus & siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya (ay.23). Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan mengajukan pertanyaan balik mengenai pendapat mereka tentang asal dari baptisan Yohanes (ay.24,25a).

         Pertanyaan Tuhan Yesus menimbulkan dilema di antara imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi (ay.25b,26). Menjawab jujur sesuai fakta & data bahwa baptisan Yohanes dari sorga akan mengungkapkan kemunafikan mereka. Sebaliknya, menyangkal kebenaran & mengatakan bahwa baptisan Yohanes dari manusia akan membahayakan keselamatan mereka (Lukas 20:6).

Cat.: 
Dilema, situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan/menguntungkan; situasi sulit yang membingungkan. KBBI

         Imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi berusaha menghindari masalah dengan berkata dusta (mengatakan tidak tahu hal yang sebenarnya mereka ketahui, baca: Markus 11:32; Lukas 7:29-30).
         Tuhan Yesus memutuskan untuk tidak mengatakan kepada mereka dengan kuasa mana Dia bekerja (ay.27).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab

         Imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi tidak menghiraukan pengajaran Tuhan Yesus, mereka lebih peduli dengan agenda mereka sendiri (ay.23). Baca: Yohanes 8:40, mereka ingin membunuh Yesus; Yohanes 14:23,24, mereka tidak mengasihi Yesus.
         Bukannya percaya kepada Tuhan Yesus, imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi justru mempermasalahkan kuasa Tuhan Yesus & siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya (ay.23). Mereka adalah gambaran dari orang-orang yang melihat kuasa Tuhan, tetapi tidak mengalaminya secara pribadi karena tidak percaya!
         Tuhan Yesus tidak menuruti keinginan imam-imam kepala & tua-tua bangsa Yahudi (tidak menyebutkan dengan kuasa mana Dia melakukan hal-hal itu & siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Nya). Hal itu menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat & manusia tidak dapat memanipulasi Tuhan (ay.24-27; band. Yohanes 2:24-25).

Cat.:
Manipulasi, upaya kelompok atau perseorangan untuk mempengaruhi perilaku, sikap & pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya (mencurangi).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

(1) Waspada untuk tidak mengesampingkan firman Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, karena mengasihi Tuhan = menuruti firman-Nya (Yohanes 14:23a).

(2) Mari mencari perkenanan Tuhan. Tuhan hanya menyatakan kebenaran-Nya kepada orang-orang yang Dia perkenan (Matius 11:25,26; Mazmur 25:14).

(3) Jangan memanipulasi Tuhan. Sebaliknya, mari kita hidup takut akan Tuhan (Amsal 13:13, band. Kejadian 7:5; Imamat 22:31).

Jumat, 23 Januari 2015

"Pengertian tentang saat-saat yang baik"

"Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel..." - 1 Tawarikh 12:32

Jika kita membaca perikop "Tentara Daud di Hebron" 1 Tawarikh 12:23-40, dapat kita ketahui bahwa masing-masing suku Israel yang bergabung dengan Daud memiliki keistimewaan tersendiri. Bani Simeon, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Bani Zebulon, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata. 

Saya tertarik dengan keistimewaan yang dimiliki oleh bani Isakhar, yaitu: "pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel." Selain memerintahkan agar kita berjaga dan waspada, Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa kita harus bisa melihat tanda zaman.

Kemampuan untuk memahami tanda zaman menolong kita untuk mengetahui bagaimana sepatutnya kita menjalani hidup di zaman akhir sekarang ini.

Minggu, 18 Januari 2015

Cara hidup jemaat (KPR 4:32-37)

         Kitab Kisah Para Rasul adalah salah satu Kitab yang ditulis oleh tabib Lukas (yang juga menulis Injil Lukas). Dalam bagian pembukaan dari kitab pertama yang ditulisnya (Lukas 1), tabib Lukas menyatakan bahwa penulisan yang dia kerjakan dilakukan secara teratur dan telah melalui tahapan penyelidikan yang seksama & menyeluruh. Dengan kata lain, tulisan yang dibuat oleh tabib Lukas (Injil Lukas & Kisah Para Rasul), merupakan karya tulis ilmiah yang dapat dipercaya kebenarannya. Di dalam Kisah Para Rasul 4:32-37 dicantumkan informasi tentang cara hidup jemaat, yaitu kumpulan orang yang telah percaya & menerima Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat pribadi. Pada bagian ini saya mengajak Anda untuk menemukan fakta-fakta & informasi berdasarkan ayat-ayat dalam Kisah Para Rasul 4:32-37.

         Di dalam ayat 32 ditulis bahwa orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, mereka hidup dalam kesatuan (sehati & sejiwa). Mereka tidak egois, orang-orang percaya tersebut saling berbagi  sesuai dengan kebutuhan masing-masing (ay.34-37). Tabib Lukas juga mencatat bahwa dalam suasana kebersamaan & kerukunan tersebut, rasul-rasul memberitakan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar (ay.33a). Mereka hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (ay.33b).

         Berdasarkan informasi & fakta yang telah kita peroleh di atas, saya mengajak Anda untuk memahami kebenaran-kebenaran berikut ini:

1) Tuhan Yesus adalah Raja Damai, sehingga orang yang percaya kepada-Nya akan memiliki karakteristik (ciri khas) sebagai berikut:
a) Cinta damai/rukun (ay.32a, bandingkan Kolose 3:14; Efesus 4:3).
b) Suka berbagi/tidak egois (ay.32b, bandingkan Efesus 4:2; 2Korintus 8:12-15).
c) Tidak rakus/menerima & mengelola berkat sesuai dengan keperluan (ay.35b, bandingkan Matius 6:11; Lukas 3:14; Filipi 4:11; 1 Timotius 6:6-10).
d) Hidup dalam kasih karunia (ay.33b, bandingkan Kisah Para Rasul 13:43b; Roma 5:17).

2) Tuhan Yesus meneguhkan kesaksian rasul-rasul-Nya dengan kuasa yang besar (ay.33a, bandingkan Matius 28:20; Kisah Para Rasul 4:30).

         Setelah memahami kebenaran-kebenaran di atas, saya mengajak Anda untuk memperhatikan bentuk-bentuk penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari:
1) Mari hidup rukun, lebih mempererat kesatuan dengan saudara/i seiman.
2) Mari saling berbagi & belajar untuk lebih mendahulukan orang lain daripada diri kita sendiri (berhenti bersikap egois). Baca Filipi 2:3.
3) Mari kita mengelola berkat Tuhan dengan bijaksana.
4) Mari hidup dalam kasih karunia Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Meningkatkan kualitas persekutuan kita dengan Tuhan (melalui doa, pembacaan/perenungan Firman Tuhan & puasa), sehingga kita semakin peka dengan pimpinan Roh Kudus.
5) Mari kita sungguh-sungguh memohon agar Tuhan memimpin & menyertai kita untuk menyaksikan Injil-Nya.

"Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari berita Injil." - Filipi 1:27

Selasa, 13 Januari 2015

Yesus mengutuk pohon ara (Matius 21:18-22)

         Saya percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan, saya juga percaya bahwa firman Tuhan adalah bagaikan pelita yang menerangi jalan hidup kita. Pada kesempatan ini saya mengajak Anda untuk mengamati kebenaran dalam Injil Matius 21:18-22 dengan menemukan fakta2 & informasi berdasarkan ayat2 Alkitab.
         Pada pagi2 hari (yun: proia; eng: early, at day break), Yesus berjalan kembali ke Yerusalem, dalam perjalanan tersebut beliau merasa lapar (ay.18). Tuhan Yesus melihat pohon ara & menghampirinya, tetapi Beliau hanya mendapati daun-daun pohon ara (yang tentu saja bukan untuk dimakan) (ay.19a). Tuhan Yesus berkata kepada pohon ara tersebut bahwa ia tidak akan berbuah lagi selama-lamanya. Seketika itu juga pohon ara tersebut kering (ay.19b). Murid2 Tuhan Yesus heran karena melihat pohon ara yang tidak berbuah tersebut tiba2 menjadi kering (ay.20). Kepada murid2 yang sedang heran, Tuhan Yesus menjelaskan perihal kuasa dari perkataan yang diucapkan dengan percaya & tidak bimbang (ay.21). Di akhir bagian dari perikop ini, Tuhan Yesus mengajarkan tentang kuasa atau dampak dari doa yang dipanjatkan dengan penuh kepercayaan.

         Setelah menemukan fakta2 & informasi dari dalam Alkitab, berikut ini saya mengajak Anda untuk mencoba memahami kebenaran dari fakta2 & informasi yang telah kita tuliskan di atas.
         Pertama, Tuhan Yesus adalah Pribadi yang rajin, pagi2 hari Beliau sudah beraktivitas (ay.18; band. Mrk.1:35).
         Kedua, sebelum musim buah yang sebenarnya, pohon ara akan bertunas & mengeluarkan daun yang banyak, serta buah awal yang hanya sebesar buah almond (oleh orang Arab Palestina disebut taqsh). Taqsh tersebut akan rontok sebelum musim buah yang sesungguhnya. Namun taqsh ini tetap dimakan oleh para petani & mereka yang lapar. Jika taqsh ini tidak muncul, dapat dipastikan bahwa pada musimnya nanti pohon ara tersebut tidak akan berbuah. Taqsh inilah yang dicari oleh Tuhan Yesus (Mrk.11:13).
         Tuhan Yesus berharap orang-orang Yahudi yang sudah Dia layani sekitar 3 tahun dapat menghasilkan buah (keubahan hidup yang baik). Namun sampai hari itu, mereka justru belum juga menunjukkan tanda-tanda pertobatan (Luk.13:6-7; band. Yer.8:13; 24:1-10). Dalam Matius 3:10 dikatakan bahwa suatu pohon buah2an semestinya menghasilkan buah yang baik, jika pohon tersebut tidak menghasilkan buah yang baik, lalu apa manfaatnya?
         Iman yang sejati dapat dilihat & dirasakan dampaknya, & perkataan orang beriman besar kuasanya (ay.19-22; band. Mat.8:13; 9:29; 15:28).

         Pada akhirnya saya mengajak Anda untuk melakukan penerapan praktis dari pemahaman-pemahaman tentang kebenaran di atas.
         Yang pertama, mari kita hidup "rajin" sesuai dengan teladan Tuhan Yesus. Jika kita pelajari Alkitab dengan seksama, kita akan mendapati bahwa Tuhan tidak berkenan kepada orang2 yang malas (baca: Mat.25:26-30; Ams.18:9).
         Kedua, mari menghasilkan buah yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan sudah sangat baik kepada kita. Berikut ini adalah buah2 yang harus ada dalam kehidupan kita, yaitu: 1) Buah pertobatan (Mat.3:8); 2) Buah pelayanan/perbuatan (1 Kor.3:12-15); dan 3) Buah Roh Kudus (Gal.5:22-23).
         Pada akhirnya, marilah kita memohon iman yang sejati kepada Tuhan Yesus & berhenti untuk saling menghakimi (karena penghakiman adalah bagian/haknya Tuhan) atau merasa diri benar. Beriman, itu hal yang baik; tapi merasa imannya paling benar, itu tidak baik. Hidup benar, itu hal yang baik; tapi merasa hidupnya paling benar, itu tidak baik. Hidup suci, itu hal yang baik; tapi merasa diri paling suci, itu tidak baik.
- Gloria in exelcis Deo

Senin, 12 Januari 2015

Doa jemaat (KPR 4:23-31)

Pengamatan:
         Petrus & Yohanes dilepaskan sidang Mahkamah Agama (Sanhedrin), kemudian mereka bercerita kepada teman-teman mereka (ay.23). Meresponi cerita yang mereka dengar, teman-teman Petrus & Yohanes berseru kepada Allah (berdoa) bersama-sama. Secara garis besar isi doa mereka adalah sebagai berikut:
1. Pengagungan, mereka menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta langit & bumi, laut & segala isinya (ay.24).
2. Memperkatakan firman Tuhan, mereka mengutip firman Tuhan di dalam Mazmur 2:1-2 (ay.25-26).
3. Menyampaikan pergumulan riil yang sedang mereka hadapi, mereka mengutarakan ancaman yang mereka terima dari para penguasa, bangsa2 & suku2 Israel (ay.27-29a).
4. Menyampaikan permohonan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi permohonan mereka, yaitu: a). Keberanian untuk memberitakan firman Tuhan (ay.29b); b). Agar Tuhan berkenan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan orang (ay.30a); dan c). Agar Tuhan mengadakan tanda2 & mujizat2 oleh nama Yesus (ay.30b).
         Dampak dari doa yang dipanjatkan oleh orang2 beriman (teman2 Petrus & Yohanes sungguh dahsyat, tempat mereka berkumpul goyang, mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan mereka beroleh keberanian untuk memberitakan firman Allah di tengah2 ancaman (ay.31).

Pemahaman:
         Berdasarkan pengamatan yang telah diuraikan di atas ada beberapa hal yang dapat kita pahami, yaitu:
1. Sesama orang beriman perlu bersekutu & berbagi kesaksian untuk saling menghibur & saling menguatkan (ay.23, bandingkan Ibr.10:24-25; Gal.6:2).
2. Meskipun bisa berdoa secara pribadi, berdoa secara bersama2 penting untuk dilakukan oleh orang2 beriman (ay.24-30, bandingkan KPR 2:42).
3. Doa yang benar dari orang2 beriman memiliki dampak yang dahsyat (ay.31, bandingkan Yak.5:16-18).

Penerapan:
         Berikut ini adalah beberapa penerapan praktis yang dapat kita lakukan berdasarkan uraian pelajaran firman Tuhan "Doa jemaat" yang terdapat di dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 di atas:
1. Mari kita tingkatkan kualitas persekutuan kita dengan sesama orang beriman (sesama pengikut/murid Kristus). Baca 1 Yoh.3:11-18. Dalam persekutuan dengan sesama orang beriman kita berkesempatan untuk mempraktekkan kasih yang memberi & rela berkorban (ay.16), kasih yang tulus & nyata dalam perbuatan (ay.17-18).
2. Mari berjuang sungguh2 untuk meningkatkan kualitas persatuan di antara sesama tubuh Kristus, ada potensi yang dahsyat dalam persatuan/persekutuan yang kudus (bandingkan Mzm.133:1-3; Mat.18:19).

Kamis, 08 Januari 2015

Kutipan Alkitab berkenaan dengan Allah (1 Korintus 8:3-8)

".. orang yg mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah... tidak ada Allah lain dari pada Allah yg esa... bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yg dari pada-Nya berasal segala sesuatu & yg untuk Dia kita hidup, & satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yg oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan & yg karena Dia kita hidup... Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah."

Rabu, 07 Januari 2015

Nasihat terhadap percabulan (1 Korintus 6:12-20)

Bukan semuanya berguna... aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. .. tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan... tubuhmu adalah anggota Kristus... orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri... tubuhmu adalah bait Roh Kudus... Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Senin, 14 April 2014

Rasul-rasul dilepaskan dari penjara (Kisah Para Rasul 5:17-25)

Pengamatan:
         Oleh karena iri hati, Imam Besar dan para pengikutnya menangkap dan memasukkan rasul-rasul ke dalam penjara (ay.17-18). Namun Tuhan tidak tinggal diam, Dia mengutus seorang malaikat-Nya untuk melepaskan para rasul serta memerintahkan mereka untuk terus memberitakan seluruh firman hidup di Bait Allah (ay.19-20). Tanpa merasa takut terhadap Imam Besar dan para pengikutnya, rasul-rasul mentaati perintah Tuhan untuk terus mengajar dan memberitakan firman hidup di Bait Allah (ay.21a).
         Pada mulanya Mahkamah Agama dan kepala pengawal Bait Allah tidak tahu-menahu tentang apa yang telah terjadi dengan para rasul yang sebelumnya mereka penjarakan (ay.21b-24). Mereka baru tahu peristiwa lepasnya rasul-rasul dari dalam penjara setelah ada seorang yang memberitahukan perihal para rasul yang sedang mengajar orang banyak di Bait Allah (ay.25).

Pemahaman:
         Iri hati telah membuat Imam Besar dan para pengikutnya gelap mata sehingga melakukan tindakan yang bertentangan dengan firman Tuhan dan asas keadilan - mereka memenjarakan rasul-rasul Tuhan Yesus Kristus yang tidak melakukan kejahatan (Kejadian 18:19; Mikha 6:8).
         Pemberitaan firman hidup harus terus dilaksanakan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya untuk menghalangi. Dan meskipun Imam Besar dan para pengikutnya berupaya sedemikian rupa untuk memberangus pemberitaan Injil dan firman pengajaran Tuhan Yesus yang disampaikan oleh para rasul, namun Tuhan Yesus menyatakan kuasa pertolongan-Nya, sehingga rasul-rasul-Nya dapat terus memberitakan firman hidup di Bait Allah.

Penerapan:
         Apabila saat-saat ini Tuhan sedang mempercayakan otoritas kepada kita, kita harus berhati-hati dan mohon pimpinan-Nya agar dapat menjalankan otoritas tersebut dengan benar. Jika tanpa pertolongan Tuhan, mudah sekali manusia menyalahgunakan otoritas yang Tuhan percayakan. Kita harus senantiasa ingat bahwa setiap manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan (Efesus 6:8-9).
         Kepada kita (orang-orang yang sudah diselamatkan), Tuhan memberikan mandat/amanat agar kita memberitakan firman hidup (2 Timotius 4:2). Meskipun memberitakan firman Tuhan bukan tanpa tantangan dan hambatan, mari kita senantiasa setia untuk melaksanakan panggilan Tuhan. Jangan biarkan ketakutan melumpuhkan iman kita, karena Tuhan berkuasa untuk melindungi kita! (Matius 10:16-33).

Perumpamaan tentang perjamuan kawin (Matius 22:1-14)

Pengamatan:
         Pada bagian firman Tuhan ini, Tuhan Yesus mengumpamakan hal Kerajaan Sorga sebagai seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anak-anaknya (ay.2). Orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin kerajaan tersebut ternyata tidak mau datang (ay.3), mereka tidak mengindahkan undangan sang raja (ay.5), bahkan ada di antara mereka yang menangkap, menyiksa dan membunuh hamba-hamba utusan sang raja (ay.6). Kesimpulannya, para undangan tersebut tidak layak untuk pesta kerajaan itu (ay.8).
    Sang raja murka terhadap para undangan yang telah melecehkannya tersebut, sehingga beliau memerintahkan pasukannya untuk membinasakan dan membakar kota mereka (ay.7).
         Sang raja telah mempersiapkan sebuah pesta besar dengan hidangan makanan yang berlimpah (ay.4), beliau tidak ingin pesta yang telah dipersiapkannya sedemikian rupa tersebut gagal hanya karena para undangan yang tidak mau datang. Oleh sebab itu sang raja memerintahkan hamba-hambanya untuk mengundang orang-orang yang mereka jumpai di persimpangan-persimpangan jalan (ay.9). Sesuai dengan amanat sang raja, hamba-hambanya mengundang semua orang (baik ataupun jahat) yang mereka jumpai di jalan-jalan sehingga ruangan pesta kawin tersebut penuh dengan tamu (ay.10).
         Ketika pesta sedang berlangsung, sang raja mendapati seorang tamu yang tidak berpakaian pesta (ay.11), sang raja pun menegor orang tersebut (ay.12), namun orang itu malah diam saja sehingga hal itu menimbulkan murka raja. Raja pun memerintahkan supaya orang tersebut diikat tangan dan kakinya, serta dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (ay.13) - Sekalipun undangan pesta kawin kerajaan ditujukan bagi semua orang yang mau datang, namun hanya orang-orang yang memenuhi standar raja (yang berpakaian pesta) yang dipilih untuk ikut menikmati sekacita besar dalam pesta tersebut (ay.14).

Pemahaman:
         Alkitab mencatat bahwa akan ada perjamuan malam, pesta kawin Anak Domba, di mana Yesus (Mempelai Pria Sorga) akan bersanding dengan mempelai wanita-Nya (gereja) (Wahyu 19:6-10).
         Sebagaimana ada banyak undangan dalam perumpamaan yang tidak mau datang, demikian juga halnya ada begitu banyak manusia yang menolak undangan Bapa Sorgawi. Mereka lebih memilih untuk hidup sekehendak hatinya, mereka tidak mau berbalik kepada Allah yang hidup. Pada akhirnya, para pembunuh yang menolak undangan Bapa akan berakhir dalam kebinasaan dan nyala api (Wahyu 20:11-15; 2 Petrus 3:3-12).
         Jika undangan yang terdahulu (Perjanjian Lama) hanya ditujukan untuk satu bangsa saja (Israel), maka undangan yang berikutnya (Perjanjian Baru), ditujukan kepada seluruh umat manusia (Yohanes 3:16; Kisah Para Rasul 28:25-28; Roma 11:11-31).
         Hamba-hamba Tuhan (yaitu seluruh orang beriman yang telah ditebus oleh darah Yesus - Roma 6:22; 1 Petrus 2:16) diutus untuk memberitakan Injil (undangan sorgawi) kepada segala bangsa (Matius 28:16-20), dan kepada segala makhluk (Markus 16:15-16).
         Tamu yang tidak mengenakan pakaian pesta sebagaimana yang pantas untuk menghadiri sebuah pesta perkawinan kerajaan "the royal wedding" akan dikeluarkan dari sukacita pesta kawin kerajaan (Wahyu 3:18). Ada standar kepantasan yang harus diikuti oleh seluruh undangan.

Penerapan:
      Mari berjuang sambil memohon pertolongan Roh Kudus untuk hidup dalam standar Kerajaan Sorga (Efesus 4:17-32; Kolose 3:5-17; Yohanes 14:15-17).
         Sebagai orang-orang yang telah ditebus dengan darah Yesus dan menjadi hamba-hamba Allah, mari penuhi panggilan-Nya untuk memberitakan Injil (undangan pesta kawin sorgawi) (1 Korintus 9:16).

Minggu, 23 Maret 2014

Perumpamaan tentang Penggarap-penggarap Kebun Anggur (Matius 21:33-46)

(1) Setelah sebelumnya menyampaikan perumpamaan tentang dua orang anak, pada bagian ini Tuhan Yesus menceritakan suatu perumpamaan yang lain, kata-Nya:

"Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain." (ay.33)
  • Pemahaman: Kebun anggur tersebut disewakan dalam keadaan siap pakai.
"... ia menyuruh hamba-hamba-Nya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya." (ay.34)
  • Pemahaman: Tuan tanah dan para penggarap yang menyewa kebun anggurnya telah membuat kesepakatan tentang pembagian hasil kebun anggur di antara mereka.
"Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hamba-Nya itu... Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka... Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya." (ay.35-39)
  • Pemahaman: Para penggarap melanggar kesepakatan bagi hasil dengan tuan tanah pemilik kebun anggur yang telah mereka sepakati dan bahkan berniat untuk memiliki kebun anggur tersebut dengan cara yang jahat.
(2) Tuhan Yesus melemparkan pertanyaan kepada orang-orang yang mendengar perumpamaan-Nya. (ay.40)
  • Pemahaman: Tuhan Yesus hendak mengarahkan perhatian para pendengar kepada nas dalam Kitab Suci (baca, ayat 42).
(3) Jawaban para pendengar terhadap pertanyaan Tuhan Yesus. (ay.41)
  • Pemahaman: Para pendengar berpendapat bahwa para penggarap kebun anggur tersebut adalah orang-orang jahat dan layak dibinasakan. Mereka juga setuju bahwa hak pengelolaan atas kebun anggur tersebut harus dicabut untuk kemudian diserahkan kepada orang-orang yang lebih pantas, yaitu: "yang mau menyerahkan hasilnya kepada tuan tanah pada waktunya."
(4) Tuhan Yesus mengarahkan perhatian para pendengar kepada kebenaran Kitab Suci. (ay.42)
  • Pemahaman: Tuhan Yesus selalu mendasarkan pengajaran-Nya pada firman Tuhan dalam Kitab Suci. Tuhan Yesus sangat menghormati otoritas firman Tuhan/Alkitab (Matius 5:17-19).
(5) "Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu." (ay.43)
  • Pemahaman: Tuhan menghendaki buah! Baca: Matius 3:8-10; Lukas 13:7-9; Matius 21:18-19; Yesaya 5:1-7; Mikha 6:8.
Penerapan:
Mari menjadi kehidupan yang berbuah bagi Tuhan! Bagaimana caranya?
  1. Tekun mempelajari, membaca dan mendengar firman Tuhan dan berusaha sungguh-sungguh untuk memahaminya. Baca: Matius 13:23; Lukas 8:15; Ulangan 5:1.
  2. Berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan dengan benar. Baca: Ulangan 4:29; Mazmur 119:127; Amsal 8:13; Yesaya 55:6-7.

Sabtu, 22 Maret 2014

Tanda-tanda dan Mujizat-mujizat (Kisah Para Rasul 5:12-16)

Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak (ay.12).
  • Tuhan memakai rasul-rasul untuk mengadakan banyak tanda dan mujizat pada kehidupan banyak orang, baca: Kisah Rasul 4:10; 3:6,12,16; 19:11.
Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat (ay.12).
  • Karakteristik orang-orang percaya (gereja mula-mula) adalah setia/tekun bersekutu, baca: Kisah Rasul 2:42; Ibrani 10:25.
Serambi Salomo: Tempat terbuka di Bait Suci (Yohanes 10:23). Sebuah serambi yang dibangun oleh Salomo di bagian selatan halaman luar Bait Suci.

Namun mereka sangat dihormati orang banyak (ay.13b).
  • Kesaksian hidup yang baik: rukun (Kis.4:32); setia beribadah (Kis.2:42); saling berbagi/murah hati (Kis.4:34), dll. Disertai oleh manifestasi kuasa Tuhan yang nyata dalam hidup dan persekutuan orang-orang percaya (Kis.4:33; 2:43), membuat mereka dihormati orang banyak.
Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan... Juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun... (ay.14-16).
  • Iman kepada Juruselamat yang diwujudnyatakan dalam tindakan hidup sehari-hari dan karya nyata kuasa Tuhan dalam hidup dan persekutuan mereka adalah kunci sukses penuaian jiwa besar-besaran yang terjadi pada zaman gereja mula-mula, baca: Matius 4:19.
Penerapan:
Mari kita mewujudkan iman kita kepada Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dalam tindakan nyata. Beberapa contoh tindakan praktis yang mencerminkan iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah:
  • Mencintai dan mentaati firman Tuhan: rajin membaca Alkitab dan taat melakukannya.
  • Setia bersekutu dengan saudara/i seiman: beribadah dalam kekudusan, dan saling melayani dalam kebenaran Tuhan.
  • Memberi diri untuk melayani Tuhan: melakukan tindakan nyata yang bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan sesuai dengan keahlian/ketrampilan/kemampuan yang ada pada diri kita, baca: Roma 6:13.

Senin, 17 Maret 2014

Air: Apa yang terjadi saat Anda tidak minum air

Air memainkan peranan sangat penting dalam mengatur suhu, membawa nutrien dan oksigen ke sel-sel, membuang sampah, memberikan bantalan pada persendian, serta melindungi organ-organ dan jaringan-jaringan tubuh.

Berikut ini adalah beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda sedang menderita dehidrasi atau kekurangan air:

Rasa sakit persendian dan arthritis
Jika tulang rawan kurang cairan, persendian akhirnya akan berderit, retak, dan lepas, seperti sebuah pintu pada sebuah engsel yang berkarat. Gesekan yang meningkat menyebabkan persendian rusak lebih cepat, dan akhirnya menuntun pada arthritis.

Tekanan darah tinggi
Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh mungkin membatasi aliran darah ke daerah-daerah yang tidak vital dan sebaliknya memusatkannya pada organ-organ vital (otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal). Akibatnya pembuluh-pembuluh darah mulai menyempit dan mengakibatkan tekanan darah Anda naik.

Masalah-masalah pencernaan
Air adalah pahlawan saluran lambung dan usus. Air adalah dasar dari setiap cairan yang diperlukan tubuh Anda untuk pencernaan, termasuk ludah, cairan empedu, asam lambung, cairan pankreas, dan bahkan lendir yang melapisi saluran lambung-usus kita. Tanpa air yang cukup, seluruh sistem pencernaan itu ada dalam keadaan darurat, dan Anda berpotensi mengalami serangan sakit maag, susah buang air besar, pendarahan dan bahkan bisul lambung.

Asma
Para penderita asma biasanya memiliki kadar histamin yang tinggi. Histamin adalah neurotransmitter yang menyebabkan otot-otot dalam saluran tenggorokan menyempit, yang membatasi aliran udara. Saluran tenggorokan anda membutuhkan pengairan yang cukup untuk mencegah penyempitan. Air akan lebih memperbaiki gejala-gejala penderita asma dibandingkan inhaler atau pil obat-obatan.

POIN UNTUK DIRENUNGKAN:
Dehidrasi atau kekurangan cairan menghambat daerah-daerah tubuh untuk menjaga otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal terairi dengan baik. Banyak gejala penyakit yang merupakan tanda pertama dari tubuh yang membutuhkan air yang cukup. Beberapa gejala dari masukan air yang kurang cukup di antaranya sakit maag, sakit kepala, sakit punggung, sakit persendian, kulit kering, susah buang air besar dan hilang ingatan.

LANGKAH TINDAKAN:
Jika Anda sedang menderita keadaan-keadaan kesehatan yang terdaftar di atas, identifikasilah salah satunya, dengan perlahan-lahan tingkatkanlah jumlah air yang Anda minum setiap hari.

Minggu, 16 Maret 2014

Amazing Grace (John Newton, 1725-1807)

John Newton lahir di Inggris pada tahun 1725, pada waktu masih kecil John diajari tentang ayat-ayat Alkitab oleh ibunya. Sayang pada saat usianya baru 7 tahun, sang ibu meninggal dunia. Pada usia 11 tahun John ikut kapal dagang ayahnya yang berdagang barang-barang secara wajar. Beberapa tahun kemudian John berpindah-pindah kapal hingga akhirnya bekerja di kapal pengangkut budak. Pada saat hidup terpisah dari sang ayah itulah John mulai mengumpat, memaki-maki, mengutuk dan bahkan menyumpahi Allah. Lebih jauh lagi John Newton bersikap kurang ajar dengan cara menjadikan Injil sebagai bahan tertawaan. Dia juga pernah mempengaruhi teman-temannya agar melakukan pesta minuman keras sampai mabuk.

Pada suatu hari di tahun 1748 John Newton mengalami kejadian yang sangat menakutkan. Kapal 'Greyhound' tempat dia bekerja mengalami hantaman badai laut yang sangat ganas. Seluruh awak kapal mengupayakan supaya kapal tidak tenggelam di Laut Atlantik yang sedang marah. Dalam keadaan panik dan kalut, serta kepayahan, John Newton berseru, "Tuhan, kasihanilah kami!" Tiba-tiba John Newton sadar bahwa dia tidak pernah berdoa sejak masa kanak-kanaknya. Diam-diam John Newton mulai memikirkan masa lalunya, kemudian dia mengingat sebuah ayat Alkitab yang pernah diajarkan oleh ibunya, "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga! Dia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13). Lalu John Newton berdoa, "Ya Allah, jika Engkau benar, Engkau pasti menepati janji-Mu. Sucikanlah hatiku yang kotor ini."

Setelah 4 minggu, kapal 'Greyhound' dengan susah payah memasuki pelabuhan Irlandia. John Newton pergi ke gereja dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. John Newton juga membaca buku 'Imitation of Christ' karya Thomas A. Kempis yang dipakai Roh Kudus untuk menanamkan benih pertobatan dalam dirinya. Tidak hanya berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang penjual budak, John Newton bahkan merasa terpanggil untuk menjadi seorang pendeta, dia mulai mempelajari Alkitab secara mendalam. John Newton juga belajar bahasa Ibrani, Yunani dan Latin. Pada saat berumur 39 tahun, John Newton ditahbiskan sebagai pendeta dan melayani di Olney, sebuah kota di dekat Cambridge, Inggris. Untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya dari kebusukan, John Newton menulis syair lagu 'Amazing Grace'.

Menegosiasikan Perubahan dengan Pasangan

Beberapa Gagasan Yang Layak Diingat

Alasan paling umum orang-orang tidak mendapatkan perubahan yang mereka inginkan dalam diri pasangan mereka adalah karena mereka memulai pada tempat yang salah.

Kebanyakan dari kita telah hidup dengan filosofi, "Jika pasangan saya mau berubah, maka saya mau berubah." Jika kita jujur, kita akan mengakui bahwa pendekatan ini tidak berhasil.

Mengakui hal-hal yang telah kita lakukan dengan salah membebaskan kita dari perbudakan kegagalan-kegagalan di masa lalu dan membukakan kita kepada kemungkinan perilaku yang berubah di masa depan.

Pengakuan akan perbuatan yang salah perlu diperluas daripada sekadar mengakui kegagalan-kegagalan Anda kepada Allah. Anda juga harus mengaku kepada orang yang Anda telah melakukan perbuatan salah padanya. Dalam pernikahan, itu adalah pasangan Anda.

Kita tidak bisa menghapus kegagalan-kegagalan kita di masa lalu, tapi kita bisa setuju bahwa apa yang kita lakukan, atau gagal kita lakukan, adalah salah, dan kita bisa dengan tulus meminta pengampunan. Dengan melakukan itu, kita sedang memulai perubahan pada tempat yang benar.

Salah satu bahasa kasih yang mendasar adalah mengucapkan kata-kata yang menguatkan pasangan kita. Kata-kata penguatan memberi kehidupan, sementara kata-kata tuduhan membawa kematian.

Hadiah adalah bukti fisik yang dapat dilihat bahwa seseorang memikirkan kita. Orang dewasa manapun bisa belajar untuk memberikan hadiah.

Bagi beberapa orang, "Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata." Melakukan sesuatu yang Anda tahu akan disukai pasangan Anda adalah suatu ekspresi kasih.

Waktu berkualitas lebih dari sekadar berada di ruangan yang sama atau rumah yang sama dengan pasangan Anda. Memberikan perhatian yang tidak terbagi kepada pasangan Anda termasuk salah satu di dalamnya.

Semua permintaan untuk perubahan harus spesifik, dapat dimengerti, dan dapat dicapai.

Beritahu saya tiga hal yang Anda sukai tentang saya, lalu beritahu saya satu hal yang Anda ingin saya berubah. Pujian membuat permintaan untuk perubahan menjadi lebih mudah.

Saya percaya kita seharusnya mengubah segala sesuatu yang bisa kita ubah untuk menyenangkan satu sama lain. Saat kita berubah, kita membuat kehidupan lebih mudah bagi bagi satu sama lain dan kita berjalan bersama dalam keharmonisan rumah tangga.

- Gary Chapman -

Perumpamaan tentang dua orang anak (Matius 21:28-32)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab.

Menyambung pembicaraan yang telah terjadi sebelumnya dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay.23), Tuhan Yesus memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan pendapat. Beliau berkata, "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini?" (ay.28).

"Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi." (ay.28-29).

"Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga."  (ay.30).

"Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." (ay.31a).

Setelah mendengar jawab dari imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, Tuhan Yesus menyatakan kebenaran yang tentu sangat mengagetkan mereka:

"Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.'" (ay.31b).

Melengkapi pernyataan-Nya sebelumnya, Tuhan Yesus memberikan penjelasan mengapa para pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi masuk ke dalam Kerajaan Allah:

"Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." (ay.32).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab.

Tuhan Yesus menganalogikan (menggambarkan) imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dengan figur anak sulung. Anak sulung berkata "Baik, bapa" yang merupakan ungkapan "ya" atas instruksi dari bapanya, namun perbuatannya tidak sesuai dengan perkataannya. Baca: Matius 23:2-3. Peringatan: Yehezkiel 18:24.

Tuhan Yesus menganalogikan pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal dengan figur anak kedua. Pada awalnya, anak kedua itu memberontak (tidak taat) terhadap instruksi bapanya, namun kemudian ia menyesal (Inggris: repented (KJV), Yunani: metamellomai, artinya: bertobat atas dirinya sendiri/menyesali perbuatannya, memperhatikan seseorang sesudahnya). Baca: 2 Tawarikh 7:14; Kisah Para Rasul 26:17-18; Yehezkiel 18:21-23.

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

Mari menghormati Tuhan dengan cara mentaati firman-Nya!
Baca: Ibrani 3:15-19; Efesus 5:1; Yohanes 14:21.

Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11)

Pengamatan: Menemukan fakta-fakta dan informasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab

Pada masa itu orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus hidup dengan rukun, mereka saling mengasihi dan saling berbagi. Ada di antara mereka seorang bernama Ananias, Ananias memiliki isteri bernama Safira. Ananias menjual aset tanah yang dia miliki dan bermaksud untuk mempersembahkan uang hasil penjualan tanah tersebut untuk pekerjaan Tuhan. Setelah tanah yang dia jual laku, dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil pernjualan itu (ay.2).

Rasul Petrus yang penuh dengan Roh Kudus mengetahui ketidakjujuran yang telah dilakukan oleh Ananias dan menegornya dengan keras, "Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus...?" (ay.3). Lebih jauh rasul Petrus berkata, "Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." (ay.4). Setelah menerima tegoran yang keras tersebut, Ananias jatuh rebah dan nyawanya putus (ay.5). Beberapa orang muda mengapani dan mengubur jasad Ananias di luar.

Kira-kira tiga jam kemudian Safira datang kepada rasul Petrus, tempat yang sama di mana sebelumnya suaminya datang. Pada waktu itu safira belum mengetahui peristiwa tragis yang telah menimpa suaminya. Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." (ay.8). Mendengar jawaban Safira, rasul Petrus menegornya dengan keras, "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?" (ay.9). Lalu rubuhlah perempuan itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya (ay.10).

Pemahaman: Memahami kebenaran berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang diperoleh dari Alkitab.

Berikut ini adalah beberapa pemahaman yang dapat kita peroleh dari kisah firman Tuhan tentang Ananias dan Safira, yaitu:

Ananias dan Safira sepakat untuk mencobai Roh Tuhan (ay.2,9). Kenyataannya ada orang yang beribadah, kepada Tuhan tetapi bukan dengan iman yang benar. Mereka datang beribadah ke rumah ibadah dengan niat untuk mencobai Tuhan dan menguji firman-Nya. Baca: Yesaya 29:13; Maleakhi 3:13-15; Ibrani 3:12.

Iblis bisa menguasai (Yunani: pleroo artinya: memenuhi, to make full, fill up) hati manusia (ay.3). Itu sebabnya firman Tuhan memperingatkan bahwa hati harus dijaga. Baca: Amsal 4:23; Markus 7:21; Ibrani 10:22.

Dengan berdusta terhadap hamba Tuhan (yaitu, rasul Petrus) tentang hasil penjualan tanah mereka, Ananias dan Safira dikatakan telah mendustai Roh Kudus (ay.3), mendustai Allah (ay.4), mencobai Roh Tuhan (ay.9).

Penerapan: Menerapkan kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari berdasarkan pemahaman-pemahaman yang telah diperoleh.

Setelah memperhatikan dengan seksama kisah Ananias dan Safira, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari, yaitu:

Pertama: Pasangan suami dan istri boleh bersepakat (bahkan baik untuk bersepakat), tapi jangan salah dalam membuat kesepakatan. Jika suami istri ingin bersepakat, bersepakatlah dalam kebenaran (Matius 18:19-20).

Kedua: Jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk memasuki hati kita (baca: Efesus 4:27; Lukas 4:13; 1 Petrus 5:8). Sebaliknya, kita harus melawan iblis dengan iman yang teguh (1 Petrus 5:9).

Ketiga: Jangan berdusta, apalagi mendustai hamba Tuhan (baca: Imamat 19:11-12; Yakobus 3:14; Matius 5:37; Yohanes 8:44).

Senin, 10 Maret 2014

Profil "Beth Shalom Ministry International"



BETH SHALOM MINISTRY INTERNATIONAL
Melayani Generasi Melalui Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

Beth Shalom Ministry International adalah bagian dari Yayasan Beth Shalom, tujuan dari Beth Shalom Ministry International adalah untuk menjadi saluran berkat, anugerah dan damai sejahtera Tuhan Yesus bagi seluruh umat manusia.

“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.”
– Kisah Para Rasul 10:34-36

Dengan sukacita kami menyambut setiap orang yang percaya pada keTuhanan Yesus Kristus dan yang sungguh-sungguh rindu untuk berkarya nyata bagi kemuliaan Tuhan bergabung dengan Beth Shalom Ministry International.

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.”
– Yohanes 9:4

“Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
– Wahyu 14:13

Untuk mencapai tujuan mulia menjadi saluran berkat, anugerah dan damai sejahtera Tuhan Yesus bagi seluruh umat manusia, Beth Shalom Ministry International melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan sebagai berikut:

1.      Seminar dan Pelatihan
Beth Shalom Ministry International melaksanakan berbagai kegiatan seminar, pembinaan dan pelatihan dengan tema-tema tentang pengembangan diri, kehidupan pernikahan dan keluarga.
 
2.      Konseling
Beth Shalom Ministry International menyediakan pelayanan konseling dan pendampingan untuk pengembangan pribadi, kehidupan pernikahan dan keluarga.
    
3.      Pembangunan Sekolah dan Rumah Sakit
Untuk program jangka panjang Beth Shalom Ministry International akan mendirikan instansi pelayanan pendidikan (sekolah) dan pelayanan kesehatan (rumah sakit) yang memberikan pelayanan berkualitas tinggi dengan biaya ringan sehingga dapat menolong berbagai elemen masyarakat.

Potret pelayanan Beth Shalom Ministry International
Gambar 1. Seminar Pengembangan Diri
Gambar 2. Pelatihan Pemberitaan Kabar Baik











Gambar 3. Kegiatan Outdoor
Gambar 4. Retreat Pasutri

Gambar 5. Berbagi Kasih dengan Anak-anak dari Panti Asuhan

Info: 
bs_ministry@yahoo.com
like us at facebook:
beth shalom